8 Daerah di Sumut Sepakat Hibahkan Dana TKD Rp 260 Miliar untuk Bantu Penanganan Bencana di Aceh
BANDA ACEH Delapan pemerintah daerah di Sumatera Utara (Sumut) sepakat menghibahkan sebagian dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk membant
PEMERINTAHAN
SILICON VALLEY - Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), para eksekutif teknologi di Silicon Valley kini berlomba menciptakan generasi manusia supercerdas. Salah satu caranya: memilih embrio dengan potensi IQ tinggi melalui teknologi penyaringan genetik.
Fenomena ini bukan fiksi ilmiah. Layanan seleksi embrio berbasis genetika kini ditawarkan dengan harga mulai dari US$6.000 hingga US$50.000 (sekitar Rp 90 juta hingga Rp 800 juta). Tujuannya? Meningkatkan peluang anak memiliki kecerdasan tinggi.
Tokoh seperti Tsvi Benson-Tilsen, matematikawan sekaligus pendiri Berkeley Genomics Project, mengalihkan fokus dari bahaya AI ke solusi jangka panjang: membantu manusia jadi lebih cerdas untuk tetap relevan di tengah dominasi kecerdasan buatan.
"Intuisi saya mengatakan ini adalah salah satu pilihan terbaik kita," kata Benson-Tilsen.
Nama-nama besar seperti Elon Musk bahkan dikabarkan mendorong "perjodohan jenius" agar anak-anak masa depan memiliki kombinasi genetik unggul. Bahkan, layanan mak comblang eksklusif seperti milik Jennifer Donnelly bisa dibanderol hingga US$500.000, dengan fokus pada lulusan Ivy League atau pasangan "berpotensi genetik".
"Mereka percaya sukses karena punya gen bagus, dan kini yakin bisa mewariskannya," ujar Sasha Gusev, ahli genetika dari Harvard Medical School.
Namun, para ilmuwan mengingatkan bahwa akurasi prediksi IQ embrio masih rendah, hanya mampu menjelaskan 5–10% variasi kecerdasan. Shai Carmi dari Universitas Ibrani Yerusalem mencatat, peningkatan IQ hasil seleksi genetik rata-rata hanya 3–4 poin.
Tak hanya minim efektivitas, penyaringan genetik embrio juga menyimpan risiko kesehatan. Beberapa gen yang diasosiasikan dengan IQ tinggi juga berhubungan dengan autisme dan gangguan lain.
Hank Greely, Direktur Pusat Hukum dan Ilmu Hayati Universitas Stanford, memperingatkan tentang potensi kesenjangan sosial.
"Ini seperti plot film fiksi ilmiah – orang kaya menciptakan generasi unggul, sementara masyarakat biasa tertinggal," katanya.
Meskipun menuai kritik, permintaan terhadap layanan ini terus meningkat. Para pendukungnya percaya bahwa membangun generasi jenius adalah cara terbaik untuk memastikan manusia tetap memiliki peran penting di era AI.
"Menciptakan lebih banyak orang jenius adalah salah satu cara kita bertahan," tegas Benson-Tilsen.*
(bs/j006)
BANDA ACEH Delapan pemerintah daerah di Sumatera Utara (Sumut) sepakat menghibahkan sebagian dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk membant
PEMERINTAHAN
MEDAN Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas setelah tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Rajawali, Tegal
PERISTIWA
BATU BARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menepung tawari jemaah calon haji Kabupaten Batu Bara Tahun 1447 Hijriah/2
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah menyambut kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian di Bandar
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak permohonan praperadilan eks
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (20/4/2026). Mata uang Garuda terc
EKONOMI
JAKARTA Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Haji 2026. Satgas ini dibentuk u
NASIONAL
JAKARTA Satgas gabungan Polri dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggagalkan keberangkatan delapan warga negara Indonesia (WNI)
NASIONAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat realisasi inve
NASIONAL
JAKARTA Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemnaker periode 20222025, Irvian Bobby Mahendro, mengungkap asalusul julukan
HUKUM DAN KRIMINAL