Mau Ajukan KUR BSI 2026 Rp50 Juta? Segini Angsuran per Bulan hingga 5 Tahun
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Syariah Indonesia (BSI) 2026 menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, ke
EKONOMI
MEDAN – Startup teknologi asal Tiongkok, DeepSeek, bersiap meramaikan pasar kecerdasan buatan global dengan meluncurkan agen AI generasi terbaru pada akhir tahun 2025.
Langkah ini dinilai sebagai upaya signifikan untuk menantang dominasi raksasa teknologi asal Amerika Serikat seperti OpenAI, Microsoft, dan Google.
Dilansir dari Bloomberg, Minggu (7/9/2025), agen AI terbaru buatan DeepSeek dikembangkan untuk menangani tugas-tugas kompleks secara bertahap dengan input minimal dari pengguna, serta memiliki kemampuan belajar dari pengalaman sebelumnya untuk meningkatkan efektivitas kerja di masa depan.
DeepSeek mulai mencuri perhatian global sejak awal 2025 melalui peluncuran model DeepSeek R1, sebuah large language model (LLM) open-source yang dikembangkan dengan biaya relatif rendah, sekitar US$ 6 juta.
Meskipun ringan dari segi anggaran, R1 menunjukkan kemampuan penalaran yang canggih, dan keputusannya untuk dibuka secara bebas bagi pengembang turut mengganggu dominasi pendekatan konvensional "bigger is better" ala Silicon Valley, yang selama ini mengandalkan infrastruktur besar dan data masif.
"Kami ingin membuktikan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan dana besar atau monopoli data," ujar salah satu eksekutif DeepSeek dalam wawancaranya dengan Bloomberg.
Produk selanjutnya, DeepSeek R2, dirancang khusus untuk pasar agen AI, sebuah lini teknologi yang dianggap sebagai evolusi selanjutnya dari kecerdasan buatan.
Berbeda dari chatbot biasa seperti ChatGPT atau Gemini yang hanya menghasilkan teks responsif, agen AI dirancang untuk menyelesaikan pekerjaan nyata, mulai dari merencanakan liburan, debugging perangkat lunak, hingga mengatur alur kerja bisnis secara otonom.
Langkah ini menempatkan DeepSeek sejajar dengan pesaing global seperti OpenAI (AS), Anthropic (AS), hingga Mistral (Prancis) yang telah lebih dulu mengeksplorasi konsep agen AI melalui produk mereka masing-masing.
Dengan rencana peluncuran DeepSeek R2 pada kuartal akhir 2025, perusahaan berbasis di Tiongkok ini secara terang-terangan menunjukkan ambisi untuk menggoyang dominasi teknologi AI yang selama ini dipegang oleh perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.
"Kami melihat agen AI sebagai frontier baru, bukan hanya sebagai produk, tetapi sebagai platform kerja masa depan," ungkap DeepSeek dalam pernyataan resminya.
Meski demikian, DeepSeek juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk pembatasan dan pelarangan di beberapa negara terkait isu privasi, pengawasan, dan keamanan data.
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Syariah Indonesia (BSI) 2026 menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, ke
EKONOMI
JAKARTA Sarwendah melalui tim kuasa hukumnya menegaskan tidak pernah sengaja menghalangi kedua putrinya, Thalia dan Thania Onsu, untuk b
ENTERTAINMENT
JAKARTA Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 disepakati menjadi salah satu anggaran terbesar dalam sejarah Indonesia. Bela
EKONOMI
MEDAN Banjir masih menjadi persoalan yang dikeluhkan warga Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang. Tahun lalu, air bercampur lumpu
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 20162019 Muhadjir Effendy buka suara mengenai surat keterangan (suket) penyetaraan ij
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana berharap Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan dalam perkara Perselisihan Hasi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap adanya yayasan yang meminta setoran kepada mitra pengelola Satuan Pelayana
NASIONAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung mengungkap salah satu peran Wantimpres dalam pemerintahan Presiden
POLITIK
MEDAN Keluarga Besar Satuan Tugas Pengurus Daerah II Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNIPolri (
NASIONAL
OlehIja SuntanaSECARA sederhana, nasihat dan kritik sering kali diperlakukan sebagai sesuatu yang sama. Namun, secara epistemik, moral, dan
OPINI