"Media siber lahir untuk mempercepat informasi, bukan mempercepat kekacauan. Kecepatan harus sejalan dengan verifikasi," ujar Dar Edi Yoga. Ia menekankan dilema yang kerap dihadapi redaksi: mengejar klik dan viralitas sering kali berbenturan dengan idealisme jurnalistik.
Menurut Dar Edi, peran pemimpin redaksi menjadi sangat krusial sebagai penjaga arah dan nilai redaksi.
Pemred bukan hanya bertanggung jawab pada performa media, tetapi juga pada kualitas informasi yang dikonsumsi publik.
"Pemred adalah penjaga terakhir nalar publik. Di tengah ruang digital yang semakin riuh, media justru harus menjadi penjernih," tegasnya.
Dar Edi juga menyinggung tantangan ke depan, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi konten.
Ia menekankan bahwa teknologi harus diiringi standar etika dan transparansi agar tidak menggerus kepercayaan publik.
Forum Pemred Media Siber Indonesia akan terus mendorong penguatan kapasitas pemred melalui diskusi etik, peningkatan kompetensi, dan solidaritas antarredaksi dalam menghadapi dinamika industri media.
Menutup refleksinya, Dar Edi mengajak insan pers menyambut tahun baru dengan komitmen yang sama: jurnalisme bertanggung jawab, beradab, dan berpihak pada kebenaran.
"Media siber yang sehat adalah fondasi demokrasi yang kuat," pungkasnya.*
(dh)
Editor
:
Refleksi Akhir Tahun, Ketua Forum Pemred Ingatkan Integritas Media Siber