Prabowo Gembleng 400 Calon Pemimpin Masa Depan BUMN di Hambalang
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pengarahan langsung kepada 400 peserta angkatan pertama Program Presiden untuk Pemimpin
NASIONAL
MEDAN - Fenomena "hari 25 jam di Bumi" kembali ramai dibicarakan di media sosial.
Banyak unggahan viral menampilkan klaim seolah durasi sehari akan segera bertambah satu jam, padahal para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan ini terjadi secara perlahan dan tidak berdampak pada kehidupan manusia saat ini.
Rotasi Bumi memang melambat, namun prosesnya berlangsung sangat lambat, dengan laju sekitar 1,7 milidetik per abad.Baca Juga:
Berdasarkan penelitian, satu hari di Bumi baru akan mencapai 25 jam sekitar 200 juta tahun mendatang, jauh dari jangkauan kehidupan manusia modern.
Ada beberapa faktor utama yang membuat Bumi berputar lebih lambat:
- Gaya pasang surut Bulan: Tarikan gravitasi Bulan terhadap lautan menimbulkan gesekan yang perlahan memperlambat rotasi Bumi.
- Pergerakan inti dan mantel: Aliran besi cair di inti dan dinamika mantel mengubah distribusi massa, memengaruhi kecepatan putaran planet.
- Perubahan gletser dan permukaan laut: Mencair atau menumpuknya es memengaruhi distribusi berat antara daratan dan laut.
- Atmosfer dan pola angin: Momentum udara yang bergerak di permukaan Bumi turut memengaruhi rotasi.
Proses-proses ini telah berlangsung selama miliaran tahun. Di masa dinosaurus, satu hari diperkirakan hanya berlangsung sekitar 23 jam.
Dampak Jangka Panjang Jika Hari Menjadi 25 Jam
Jika suatu saat hari di Bumi benar-benar mencapai 25 jam, sistem penanggalan dan jam akan membutuhkan penyesuaian.
Selain itu, ritme biologis makhluk hidup, termasuk manusia, juga akan terpengaruh.
Ritme sirkadian 24 jam yang mengatur siklus tidur, produksi hormon, dan metabolisme dapat terganggu, mirip kondisi jet lag atau pekerja shift malam.
Meski demikian, perubahan ini berlangsung sangat lambat, sehingga organisme hidup diperkirakan dapat beradaptasi melalui evolusi tanpa dampak signifikan bagi kehidupan manusia modern.
Para ilmuwan menegaskan bahwa fenomena ini lebih merupakan fakta ilmiah jangka panjang, bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan sekarang.*
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pengarahan langsung kepada 400 peserta angkatan pertama Program Presiden untuk Pemimpin
NASIONAL
ISLAMABAD Sedikitnya 24 orang tewas dan 70 lainnya mengalami lukaluka setelah sebuah kereta api yang membawa personel militer Pakistan
INTERNASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berbaur dengan masyarakat dal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menegaskan revisi UndangUndang Pemerintahan Aceh (UUPA) penting dil
PEMERINTAHAN
BINJAI Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Binjai melakukan penyegaran struktur organisasi melalui Rapat Pleno I yang digela
POLITIK
JAKARTA Taman Safari Indonesia kembali menggelar International Animal Photo and Video Competition (IAPVC) 2026 sebagai ajang fotografi d
PARIWISATA
ACEH Pemerintah mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Ba
NASIONAL
BANDA ACEH Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada hari ini diperkirakan didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan. Beberapa daer
NASIONAL
MEDAN Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada hari ini didominasi cuaca cerah. Namun, beberapa daerah diperkirakan
NASIONAL
JAKARTA Cuaca di wilayah DKI Jakarta pada hari ini diperkirakan didominasi hujan ringan di sebagian besar kawasan ibu kota. Sementara it
NASIONAL