Viral! Siswa SMPN 1 Pantai Labu Buang MBG ke Jalan, Diduga Tak Layak Konsumsi
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
MEDAN — Aroma kemenyan yang perlahan mengepul di udara kerap dianggap sekadar wewangian khas dalam ritual tradisional.
Namun, bagi sebagian masyarakat di Sumatera Utara, bau tersebut memiliki makna yang jauh lebih dalam: menjadi penghubung antara manusia, alam, dan dunia tak kasatmata.
Dalam perspektif antropologi inderawi, bau tidak hanya dipahami sebagai sensasi fisik, melainkan juga sebagai sistem makna yang membentuk pengalaman budaya.Baca Juga:
Aroma tertentu dapat menjadi simbol, memicu ingatan, sekaligus menandai nilai-nilai sosial yang hidup dalam masyarakat.
Di berbagai komunitas, bau bahkan berfungsi sebagai "bahasa budaya".
Ia membedakan ruang sehari-hari dengan ruang ritual, serta menandai peristiwa biasa dengan momen yang dianggap sakral.
Tidak semua aroma memiliki nilai yang sama—sebagian dianggap suci, sementara lainnya dihindari.
Dalam konteks masyarakat Batak, kemenyan menjadi salah satu contoh paling nyata.
Asap yang dihasilkan tidak hanya menghadirkan suasana, tetapi juga diyakini sebagai medium komunikasi dengan leluhur.
Sejumlah kajian etnografi mencatat, praktik ritual dalam masyarakat Suku Batak sangat erat dengan kepercayaan terhadap roh leluhur.
Dalam buku The Toba Batak: Their Social Structure and Religion, J.C. Vergouwen menjelaskan bahwa unsur-unsur simbolik, termasuk aroma, memainkan peran penting dalam menghadirkan dimensi spiritual dalam upacara adat.
Kemenyan, dalam hal ini, bukan sekadar pelengkap ritual. Aroma yang dihasilkannya menjadi bagian inti yang menandai kesakralan suatu prosesi.
ehadirannya diyakini mampu menjembatani hubungan antara manusia dengan dunia spiritual.
Lebih jauh, bau juga memiliki kaitan erat dengan ingatan kolektif.
Aroma tertentu dapat memunculkan kembali pengalaman masa lalu—baik berupa peristiwa, tempat, maupun emosi yang pernah dialami.
Dalam konteks budaya, hal ini menjadikan bau sebagai bagian dari identitas yang diwariskan lintas generasi.
Di tengah arus modernisasi, ketika sebagian praktik tradisional mulai berkurang, aroma seperti kemenyan tetap bertahan sebagai penanda budaya.
Ia menjadi jejak tak kasatmata yang terus hidup dalam ingatan masyarakat.
Bagi sebagian orang, bau mungkin tidak terlihat dan sering diabaikan.
Namun dalam praktik budaya, aroma justru memiliki kekuatan untuk menghadirkan makna yang dalam—menghubungkan manusia dengan masa lalu, kepercayaan, dan identitasnya.*
(d/ad)
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan adanya perbedaan perlakuan pajak antara kendaraan ber
EKONOMI
PASURUAN Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari intervensi pemerin
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menolak wacana perubahan sistem pemilihan umum (Pemilu) menjadi pemilihan tid
POLITIK
JAKARTA Serikat Pekerja Kampus (SPK) menilai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi atas kondisi
PENDIDIKAN
MEDAN Kelompok Medan Teater menggelar Festival Musikalisasi Puisi bertajuk Kopi & Kepo di Taman Budaya Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Pemerintah tengah mengkalkulasi penyesuaian iuran BPJS Kesehatan tahun ini di tengah tekanan defisit program Jaminan Kesehatan N
KESEHATAN
JAKARTA Rencana pemerintah menurunkan potongan aplikasi transportasi daring menjadi 8 persen dari sebelumnya sekitar 20 persen dinilai t
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah membuka rekrutmen besarbesaran untuk 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Posisi ini menjadi salah s
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah mendorong pengembangan compressed natural gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti liqu
EKONOMI