BREAKING NEWS
Selasa, 28 April 2026

Bukan Sekadar Rumah, Omo Hada Nias Ternyata Simbol Status Sosial Masyarakat

Adam - Kamis, 23 April 2026 09:01 WIB
Bukan Sekadar Rumah, Omo Hada Nias Ternyata Simbol Status Sosial Masyarakat
Omo Hada, Desa Bawomataluo. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN - Rumah tradisional Nias yang dikenal sebagai Omo Hada bukan sekadar hunian, melainkan representasi kebudayaan, struktur sosial, dan kecanggihan arsitektur lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Bangunan ini menjadi salah satu bukti kemampuan masyarakat Nias dalam merancang konstruksi tanpa teknologi modern, namun tetap kokoh menghadapi kondisi alam.

Dalam kajian berjudul "Identifikasi Arsitektur Tradisional Rumah Omo" oleh Indah Lestari dan tim, Omo Hada dijelaskan memiliki sistem struktur yang kompleks dengan pilar kayu sebagai penopang utama bangunan.

Baca Juga:

Setiap rumah Omo Hada umumnya memiliki enam pilar utama, dengan empat pilar berada di ruang utama dan dua lainnya tersembunyi di balik dinding.

Dua tiang tengah disebut simalambuo, sementara dua lainnya dikenal sebagai manaba yang dibuat dari kayu keras berbentuk persegi panjang.

"Jarak antara tiang simalambuo dan tiang manaba ditentukan oleh ukuran struktur rumah. Semakin besar jarak antar tiang, semakin kuat pula posisi sosial pemilik rumah," demikian kutipan penelitian tersebut.

Selain fungsi teknis, struktur rumah juga mengandung makna simbolik.

Dimensi dan jarak antar tiang tidak hanya menunjukkan kekuatan bangunan, tetapi juga merefleksikan status sosial pemiliknya dalam masyarakat.

Status sosial tersebut juga diperkuat oleh keberadaan tugu batu di depan rumah. Semakin besar tugu batu, semakin tinggi pula status sosial pemilik Omo Hada di lingkungan masyarakat.

Dari sisi ruang, Omo Hada memiliki pembagian area yang terstruktur, mulai dari bagian bawah sebagai penopang, hingga ruang tengah yang menjadi area keluarga.

Struktur ini menunjukkan pola kehidupan masyarakat Nias yang teratur dan memiliki sistem sosial yang jelas.

Tanpa bantuan teknologi modern, masyarakat Nias telah berhasil membangun arsitektur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sarat makna budaya dan filosofi kehidupan.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
RUU PPRT: Jawaban atas Penantian atau Awal Tantangan Baru
Bobby Nasution Fokuskan Enam Basis Pembangunan Sumut, Kepulauan Nias Jadi Prioritas Utama di RKPD 2027
Kasus Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, Rahim Pasien Diangkat Tanpa Persetujuan
Wakil Wali Kota Medan Ajak Relawan Yakinkan Publik Soal RS Pemerintah: Kami Sudah Berbenah, Tak Seperti Dulu Lagi
UU PPRT Disahkan, Jadi Babak Baru Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Sinergi Pusat dan Daerah, Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rehabilitasi Rumah Korban Bencana di Aceh Tamiang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru