BREAKING NEWS
Kamis, 30 April 2026

Aroma Kemenyan dalam Tradisi Batak, Bahasa Sunyi yang Menghubungkan Manusia dan Leluhur

Adam - Sabtu, 25 April 2026 08:28 WIB
Aroma Kemenyan dalam Tradisi Batak, Bahasa Sunyi yang Menghubungkan Manusia dan Leluhur
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ehadirannya diyakini mampu menjembatani hubungan antara manusia dengan dunia spiritual.

Lebih jauh, bau juga memiliki kaitan erat dengan ingatan kolektif.

Aroma tertentu dapat memunculkan kembali pengalaman masa lalu—baik berupa peristiwa, tempat, maupun emosi yang pernah dialami.

Dalam konteks budaya, hal ini menjadikan bau sebagai bagian dari identitas yang diwariskan lintas generasi.

Di tengah arus modernisasi, ketika sebagian praktik tradisional mulai berkurang, aroma seperti kemenyan tetap bertahan sebagai penanda budaya.

Ia menjadi jejak tak kasatmata yang terus hidup dalam ingatan masyarakat.

Bagi sebagian orang, bau mungkin tidak terlihat dan sering diabaikan.

Namun dalam praktik budaya, aroma justru memiliki kekuatan untuk menghadirkan makna yang dalam—menghubungkan manusia dengan masa lalu, kepercayaan, dan identitasnya.*


(d/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Makna Tari Tortor Batak Toba yang Wajib Diketahui Generasi Muda
Stigma Kanibalisme di Sumatra Utara Diduga Dibentuk Demi Kepentingan Dagang, Ini Penjelasannya
Bukan Sekadar Rumah, Omo Hada Nias Ternyata Simbol Status Sosial Masyarakat
Pemkab Asahan Gelar Upah-Upah Jemaah Haji 2026, Doakan Kelancaran Ibadah ke Tanah Suci
Megawati Ingatkan Pancasila Tak Cukup Dihafalkan, Tapi Harus Dihayati dalam Kehidupan Berbangsa
BTN Gandeng INKOPPAS, Permudah Akses KUR dan Digitalisasi Pedagang Pasar Tradisional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru