Bahlil Klaim Indonesia Duduki Posisi Kedua Dunia Ketahanan Energi, Unggul dari China
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan ket
EKONOMI
MEDAN - Kawasan Kesawan Medan di Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah yang hingga kini masih bertahan di tengah pesatnya modernisasi kota. Dahulu merupakan area persawahan, Kesawan kini menjelma menjadi pusat bisnis, kuliner, sekaligus ruang wisata sejarah yang ikonik.
Sejarawan Universitas Sumatera Utara (USU), Kiki Maulana Affandi, menjelaskan bahwa nama Kesawan diyakini berasal dari istilah "kesawahan", karena wilayah ini awalnya merupakan lahan sawah sebelum berkembang menjadi kawasan kota.
Perkembangan Kesawan tidak terlepas dari hadirnya perusahaan perkebunan Belanda Deli Maatschappij yang menjadi motor ekonomi Medan pada abad ke-19. Sejak saat itu, Kesawan berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan permukiman berbagai etnis.Baca Juga:
Pusat Ekonomi Multietnis di Masa Kolonial
Memasuki tahun 1880-an, Kesawan tumbuh sebagai pusat perdagangan dengan dominasi toko-toko milik etnis Tionghoa. Berbagai kelompok masyarakat seperti Melayu, Karo, Arab, India, dan Tionghoa hidup berdampingan dan membentuk wajah kosmopolitan awal Kota Medan.
Sejumlah bangunan penting kemudian berdiri di kawasan ini, di antaranya Gedung AVROS, Warenhuis (supermarket pertama di Medan), Pajak Ikan (Vischmarkt), Pasar Hindu, hingga restoran legendaris Tip Top yang masih bertahan hingga saat ini.
Selain itu terdapat pula Masjid Gang Bengkok, Rumah Tjong A Fie, serta gedung London Sumatera yang menjadi saksi sejarah kejayaan perkebunan di Medan.
Jejak Bangunan Bersejarah di Kesawan
Beberapa bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini di kawasan Kesawan antara lain:
- Masjid Gang Bengkok: Dibangun oleh Tjong A Fie sebagai bentuk toleransi dan penghormatan kepada Kesultanan Deli.
- Nederlandsch Handel Maatschappij (1888): Kini difungsikan sebagai kantor perbankan di pusat kota.
- Kamp Lembah (1909): Bekas percetakan Sumatra Post, kini menjadi kantor Dinas Pariwisata Sumut.
- Witte Sociƫteit (1879): Dahulu tempat berkumpul elite perkebunan, kini menjadi gedung perbankan.
- Rumah Tjong A Fie: Ikon sejarah pengusaha Tionghoa yang berpengaruh di Medan.
- Restoran Tip Top: Restoran legendaris yang masih beroperasi sejak era kolonial.
- London Sumatera: Gedung perkebunan awal di Medan yang sudah memiliki fasilitas lift pada zamannya.
Perkembangan Kesawan dari Tahun ke Tahun
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan ket
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi (30/4/2026). IHSG tercatat berada di level 7.072 p
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Harga emas terc
EKONOMI
TEBING TINGGI Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Kesehatan meluruskan informasi terkait data HIV/AIDS di wilayahnya. Klarifikas
KESEHATAN
JAKARTA Dunia diplomasi Indonesia berduka. Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman periode 20092013, Eddy Pratomo, meningga
NASIONAL
JAKARTA Harga minyak mentah dunia melonjak tajam dan menembus level tertinggi dalam beberapa waktu terakhir setelah negosiasi antara Ame
EKONOMI
JAKARTA Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi digital menuju visi Indonesia Emas 2045 melalui adopsi tek
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad langsung menghubungi Presid
POLITIK
MEDAN Kawasan Kesawan Medan di Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah yang hingga kini masih
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan menyiapkan 13 taman nasional untuk dijadikan proyek percontohan atau pilot project peng
PEMERINTAHAN