Museum Marsinah Dibangun Tanpa APBN, Hasil Iuran Buruh
NGANJUK Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ternyata dibangu
NASIONAL
KISARAN – Kota Kisaran di Kabupaten Asahan ternyata memiliki sejarah panjang yang telah tercatat sejak awal abad ke-19. Nama "Kisaran" disebut berasal dari kata "Hisaran" yang ditemukan dalam catatan penjelajah Inggris, John Anderson, saat menjelajahi pantai timur Sumatra pada tahun 1823.
Sejarawan Erond L. Damanik mengungkapkan bahwa asal-usul nama Kisaran bukan berasal dari legenda naga Sungai Silou seperti yang banyak dipercaya masyarakat.
Menurutnya, referensi paling awal mengenai Kisaran justru ditemukan dalam buku Mission to the East Coast of Sumatra karya John Anderson.Baca Juga:
"Dalam catatannya, Anderson menyebut wilayah itu dengan nama 'Hisaran' saat melakukan perjalanan di pantai timur Sumatra pada 1823," ujar Erond.
Kala itu, Sungai Asahan menjadi jalur transportasi utama menuju pedalaman Sumatra Timur sekaligus pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Erond menjelaskan, dalam bahasa Simalungun, kata "Hisaran" memiliki arti menurun atau wilayah yang melandai seperti kuali besar.
Wilayah tersebut saat itu masih berada di bawah kekuasaan Kesultanan Asahan dengan jumlah penduduk sekitar seribu jiwa.
Komoditas utama masyarakat ketika itu berupa lada, rotan, dan sarang burung walet yang diperdagangkan melalui jalur Sungai Asahan.
Selain perdagangan hasil bumi, Anderson juga mencatat aktivitas perdagangan opium yang cukup besar di wilayah Asahan.
Opium disebut didatangkan dari Singapura dan ditukar dengan hasil bumi masyarakat setempat.
"Kesultanan Asahan kala itu disebut menjadi bandar opium dan banyak masyarakatnya juga pengguna opium," jelas Erond.
Perkembangan besar Kisaran mulai terjadi pada masa kolonial Belanda sekitar tahun 1921 ketika industri perkebunan mulai diperluas.
Dua perusahaan besar kolonial yakni Nederlandsch-Indische Cultuur Maatschappij dan Hollandsch-Amerikaansche Plantage Maatschappij disebut menjadi faktor penting berkembangnya Kota Kisaran.
Masuknya industri perkebunan melahirkan berbagai fasilitas modern seperti rumah sakit, sekolah, stasiun kereta api, bank hingga kawasan pertokoan.
Erond juga menyoroti dampak Revolusi Sosial 1946 yang mengubah struktur sosial masyarakat Kisaran.
Peristiwa tersebut menghantam keluarga Kesultanan Asahan dan mengubah dominasi sosial masyarakat Melayu di wilayah tersebut.
Saat ini, Kisaran berkembang menjadi kota perkebunan dan jasa dengan masyarakat multietnis yang didominasi suku Jawa, Batak, Tionghoa, hingga Melayu.*
(ds/dh)
NGANJUK Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, ternyata dibangu
NASIONAL
JAKARTA Rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok dinilai harus dimanfaatkan Indonesia sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan ene
INTERNASIONAL
MEDAN Pengamat sosial dan pendidikan Sumatera Utara, Shohibul Anshor Siregar, menegaskan dunia pendidikan Indonesia harus segera melakukan
PENDIDIKAN
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan kepada Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat saat mengh
NASIONAL
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto tiba di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), untuk meresmikan Museum dan Rumah Singgah Mars
NASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Sabtu (16/5/20
EKONOMI
JAKARTA Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong transformasi tata kelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memperkua
NASIONAL
JAKARTA Komisi I DPR RI menyesalkan kasus penyalahgunaan teknologi deepfake yang menyeret mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pont
NASIONAL
JAKARTA Polemik pertemuan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dengan peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI asal Kali
POLITIK
BANDA ACEH Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Ustaz Muharrir Asy&039ari mengajak umat Islam memperkuat ketakwaan, memperbanyak
AGAMA