Jangan Sampai Tertipu! Ini Link Resmi Pre-order iPhone 18 Pro di iBox dan Digimap
JAKARTA Preorder iPhone 18 series di Indonesia melalui iBox dan Digimap resmi dibuka. Calon pembeli perlu memastikan melakukan pemesana
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN – Ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, aktivis, hingga masyarakat umum menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi publik film dokumenter bertajuk "Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita" di King Coffee, Jalan Pancing No. 100, Sidorejo, Medan Tembung, Rabu malam (20/5/2026).
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 150 peserta dari berbagai organisasi kampus dan komunitas yang ada di Kota Medan.
Acara ini digagas oleh Siagian Global Research (SGR) bersama sejumlah organisasi mahasiswa dan lembaga masyarakat sipil, serta didukung berbagai media dan lembaga advokasi.Baca Juga:
Film dokumenter "Pesta Babi" menyoroti perjuangan masyarakat adat Papua Selatan dari suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu dalam mempertahankan tanah ulayat mereka dari berbagai proyek pembangunan dan investasi berskala besar.
Film tersebut menggambarkan dinamika yang disebut sebagai bentuk kolonialisme modern yang berdampak pada perampasan ruang hidup, kerusakan lingkungan, serta ancaman terhadap budaya masyarakat adat.
Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik yang dipantik oleh akademisi Antropologi, Dr. Rosramadhana, serta perwakilan mahasiswa Papua di Sumatera Utara, Aristoteles Tekege.
Dalam pemaparannya, Rosramadhana menilai film tersebut merefleksikan realitas sosial yang tidak hanya terjadi di Papua, tetapi juga relevan dengan isu masyarakat adat di berbagai daerah di Indonesia.
"Film ini menjadi pengingat bagi kita semua, bukan hanya soal Papua, tapi juga masyarakat adat di daerah lain yang menghadapi ancaman serupa," ujarnya.
Sementara itu, Aristoteles Tekege menyebut sejumlah adegan dalam film menggambarkan realitas yang dialami masyarakat Papua, meski masih ada aspek lain yang belum sepenuhnya terekspos, terutama dampak sosial dan psikologis.
Diskusi juga diikuti berbagai organisasi mahasiswa seperti HMI, GMNI, PMKRI, hingga komunitas kampus di Medan yang turut menyampaikan pandangan terkait isu lingkungan, sosial, dan keadilan masyarakat adat.
Acara berlangsung hangat dan interaktif hingga akhir, ditutup dengan penggalangan donasi sukarela untuk mendukung dokumenter dan perjuangan masyarakat adat Papua.*
(dh)
JAKARTA Preorder iPhone 18 series di Indonesia melalui iBox dan Digimap resmi dibuka. Calon pembeli perlu memastikan melakukan pemesana
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Sejumlah saham, antara lain PT Bukit As
EKONOMI
JAKARTA Presiden ke7 Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan menemui Presiden Prabowo Subianto di kediamannya di Jalan Ke
POLITIK
MEDAN Bagi masyarakat Batak Toba, marga bukan sekadar nama keluarga yang berada di belakang nama seseorang. Marga menjadi bagian penting
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali naik pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026.Harga
EKONOMI
MEDAN Tim Khusus (Timsus) JCS bersama Tim Opsnal Unit Resmob Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan menangkap delapan or
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Jaya Angkatan ke66 resmi berakhir pada Selasa, 6 Oktober 2026. Dari 21 peserta ya
NASIONAL
DEPOK Pemerintah Kabupaten Batu Bara memperkuat sistem keamanan siber dengan menerima pengukuhan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) dari B
PEMERINTAHAN
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menegaskan pentingnya pengelolaan program dan anggaran pendid
PEMERINTAHAN
BATU BARA Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Batu Bara dengan agenda penyampaian p
PEMERINTAHAN