Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Di tengah kuatnya modernisasi, masyarakat Suku Pakpak di Sumatera Utara masih mempertahankan sebuah tradisi yang sarat nilai kekeluargaan dan penghormatan kepada orang tua.
Tradisi itu dikenal dengan nama Menerbeb, sebuah ritual kebahagiaan yang dilakukan anak kepada orang tua sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan hidup.
Tradisi ini bukan sekadar acara makan bersama, melainkan simbol penghargaan mendalam seorang anak atas jasa dan pengorbanan orang tua dalam membesarkan mereka.
Baca Juga:
Secara sederhana, Menerbeb merupakan tradisi ketika seorang anak memberikan jamuan makanan kepada orang tuanya, disertai doa dan ungkapan terima kasih.
Namun di balik itu, terdapat makna yang lebih dalam: penghormatan dan balas budi atas keberhasilan hidup yang diraih anak.
Dalam pelaksanaannya, anak yang disebut penerbeb biasanya juga memberikan hadiah kepada orang tua.
Hadiah itu bisa berupa barang berharga seperti perhiasan, pakaian, atau perlengkapan lain yang dianggap layak sebagai simbol kasih sayang.
Menariknya, tradisi ini umumnya dilakukan sebagai kejutan. Orang tua tidak diberitahu sebelumnya, sehingga momen pertemuan menjadi lebih emosional dan penuh haru.
Menerbeb biasanya digelar pada pagi hari, yang oleh masyarakat Pakpak disebut perkeke mataniari.
Waktu ini dipercaya membawa makna keberkahan, seperti matahari terbit yang melambangkan awal rezeki dan kehidupan baru.
Tradisi ini umumnya dilakukan ketika anak berada dalam fase kehidupan yang baik, seperti setelah mendapatkan pekerjaan, naik jabatan, memperoleh rezeki besar, atau menjelang pernikahan.
Momen kepulangan dari perantauan dengan selamat juga menjadi waktu yang dianggap tepat.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.