BREAKING NEWS
Rabu, 21 Oktober 2026

Tembus 5 Besar Biji Kopi Terbaik Dunia 2026, Simak 3 Keistimewaan Kopi Arabika Gayo

Nurul - Rabu, 21 Oktober 2026 16:36 WIB
Tembus 5 Besar Biji Kopi Terbaik Dunia 2026, Simak 3 Keistimewaan Kopi Arabika Gayo
Kopi Arabika Gayo asal Aceh masuk lima besar dalam daftar Best Coffee Beans Types in the World versi TasteAtlas 2026. (Foto: Kompas/ Iwan Bahagia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAKENGON – Kopi Arabika Gayo asal Aceh masuk lima besar dalam daftar Best Coffee Beans Types in the World versi TasteAtlas 2026. Kopi yang tumbuh di kawasan dataran tinggi Gayo tersebut dikenal memiliki cita rasa khas, tingkat keasaman rendah, serta aroma herbal dan rempah.

Berdasarkan daftar TasteAtlas yang diperbarui pada 15 Oktober 2026, Kopi Arabika Gayo menempati posisi kelima dunia. Pemeringkatan tersebut disusun berdasarkan penilaian audiens TasteAtlas melalui sejumlah mekanisme penilaian.

Pencapaian ini turut memperkuat pengenalan kopi asal Aceh di pasar internasional. Lantas, apa saja keunggulan Kopi Gayo yang membuatnya dikenal di kalangan pencinta kopi?

Baca Juga:

1. Tumbuh di Dataran Tinggi Gayo

Kopi Gayo berasal dari kawasan dataran tinggi Gayo di Provinsi Aceh. Wilayah penghasil utamanya meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Kawasan tersebut memiliki kondisi geografis yang mendukung budidaya kopi Arabika, termasuk ketinggian lahan dan iklim yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kopi.

Karakter lingkungan tumbuh tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas serta profil cita rasa biji kopi yang dihasilkan.

Kopi Gayo juga dikenal sebagai salah satu produk unggulan perkebunan Aceh yang dipasarkan ke berbagai negara.

2. Memiliki Cita Rasa Khas dengan Keasaman Rendah

Keunggulan lain Kopi Gayo terletak pada karakter rasanya. Kopi ini dikenal memiliki tingkat keasaman relatif rendah, tekstur atau body sedang hingga penuh, serta sensasi rasa yang bersih atau clean cup.

Profil rasanya dapat menghadirkan nuansa earthy atau menyerupai aroma tanah, herbal, hingga rempah-rempah. Karakter tersebut membuat Kopi Gayo memiliki ciri tersendiri dibandingkan dengan sejumlah kopi dari daerah lain.

Meski demikian, cita rasa akhir dapat berbeda bergantung pada varietas, kondisi kebun, proses pascapanen, tingkat sangrai, dan metode penyeduhan.

3. Pengolahan Biji dan Mutu Pascapanen Jadi Penentu

Kualitas Kopi Gayo tidak hanya dipengaruhi kondisi alam, tetapi juga proses pengolahan setelah panen.

Salah satu metode yang umum digunakan untuk kopi Arabika di Sumatera adalah giling basah atau wet-hulling. Dalam metode ini, kulit tanduk biji kopi dilepas ketika kadar air biji masih relatif tinggi sebelum proses pengeringan dilanjutkan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Brigjen Latif Usman Resmi Jabat Wakapolda Aceh, Gantikan Ari Wahyu Widodo
Kolonel Teuku Mustafa Kamal Resmi Sambut Tongkat Komando Danrem 011/Lilawangsa, Ali Imran Dilepas
Kodim Bireuen Kerahkan Alat Berat Pulihkan Sawah Warga Pascabanjir di Desa Pante Gajah
Peserta Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Aceh Terjatuh Lemas, Biddokkes Polda Aceh Turun Tangan
Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian Buka Turnamen Sepak Takraw Reguder Cup 2026, Terminal C Bakal Jadi Pusat Olahraga dan UMKM
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Rabu 21 Oktober 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru