Malaysia Rencanakan Bawa Isu Karhutla ke Forum ASEAN, Ini Tanggapan Resmi Kemlu RI
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons rencana Malaysia membawa isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendorong p
INTERNASIONAL
TAKENGON – Kopi Arabika Gayo asal Aceh masuk lima besar dalam daftar Best Coffee Beans Types in the World versi TasteAtlas 2026. Kopi yang tumbuh di kawasan dataran tinggi Gayo tersebut dikenal memiliki cita rasa khas, tingkat keasaman rendah, serta aroma herbal dan rempah.
Berdasarkan daftar TasteAtlas yang diperbarui pada 15 Oktober 2026, Kopi Arabika Gayo menempati posisi kelima dunia. Pemeringkatan tersebut disusun berdasarkan penilaian audiens TasteAtlas melalui sejumlah mekanisme penilaian.
Pencapaian ini turut memperkuat pengenalan kopi asal Aceh di pasar internasional. Lantas, apa saja keunggulan Kopi Gayo yang membuatnya dikenal di kalangan pencinta kopi?Baca Juga:
1. Tumbuh di Dataran Tinggi Gayo
Kopi Gayo berasal dari kawasan dataran tinggi Gayo di Provinsi Aceh. Wilayah penghasil utamanya meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Kawasan tersebut memiliki kondisi geografis yang mendukung budidaya kopi Arabika, termasuk ketinggian lahan dan iklim yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kopi.
Karakter lingkungan tumbuh tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas serta profil cita rasa biji kopi yang dihasilkan.
Kopi Gayo juga dikenal sebagai salah satu produk unggulan perkebunan Aceh yang dipasarkan ke berbagai negara.
2. Memiliki Cita Rasa Khas dengan Keasaman Rendah
Keunggulan lain Kopi Gayo terletak pada karakter rasanya. Kopi ini dikenal memiliki tingkat keasaman relatif rendah, tekstur atau body sedang hingga penuh, serta sensasi rasa yang bersih atau clean cup.
Profil rasanya dapat menghadirkan nuansa earthy atau menyerupai aroma tanah, herbal, hingga rempah-rempah. Karakter tersebut membuat Kopi Gayo memiliki ciri tersendiri dibandingkan dengan sejumlah kopi dari daerah lain.
Meski demikian, cita rasa akhir dapat berbeda bergantung pada varietas, kondisi kebun, proses pascapanen, tingkat sangrai, dan metode penyeduhan.
3. Pengolahan Biji dan Mutu Pascapanen Jadi Penentu
Kualitas Kopi Gayo tidak hanya dipengaruhi kondisi alam, tetapi juga proses pengolahan setelah panen.
Salah satu metode yang umum digunakan untuk kopi Arabika di Sumatera adalah giling basah atau wet-hulling. Dalam metode ini, kulit tanduk biji kopi dilepas ketika kadar air biji masih relatif tinggi sebelum proses pengeringan dilanjutkan.
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons rencana Malaysia membawa isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendorong p
INTERNASIONAL
JAKARTA Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 333.470 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif di wilayah terda
NASIONAL
JAKARTA Sebanyak 336 investor global meminta penjelasan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait langk
EKONOMI
BINJAI Polres Binjai bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Binjai menertibkan 12 lokasi yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tujuh dari delapan tersangka dalam pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pembangun
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mempertimbangkan untuk melaporkan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dia
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dian Sandi Utama, saksi yang mengunggah foto yang disebut sebagai ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) di media sosial X
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara mengamankan dua pria berinisial DAC (22) dan AAL (20) yang diduga terlibat dalam penembakan Donny alias Donny
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan keterlibatan sejumlah perusahaan asing dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum penggugat, Denny Indrayana, mengaku telah menyiapkan sejumlah pertanyaan untuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka
NASIONAL