Kereta Api Hantam Pajero di Perlintasan Tanpa Palang, Pengemudi Tewas
TEBING TINGGI Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Gunung Semeru, Lingkungan II, Kelurahan Lala
PERISTIWA
BITVONLINE.COM -Tren pernikahan terus berkembang mengikuti zaman, dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup serta kemajuan teknologi. Noel Monique Renzita, Group Head of Content Bridestory, mengungkapkan beberapa perbedaan signifikan antara pernikahan di masa lalu dan saat ini.
"Perubahan tren ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan bagaimana gaya hidup pasangan muda sekarang," ujarnya saat diwawancarai dalam acara Bridestory Market yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis (6/2/2025).
Menurut Noel, ada tiga perbedaan utama yang menjadi sorotan dalam tren pernikahan saat ini:
1. Acara Lebih Intim dan Personal
Beberapa tahun yang lalu, pernikahan identik dengan acara besar yang formal, lengkap dengan adat istiadat yang kental. Namun, kini banyak pasangan lebih memilih pernikahan yang lebih intim, dengan jumlah tamu yang terbatas, biasanya kurang dari 100 orang. "Bride sukanya sesuatu yang intimate," ujar Noel, menambahkan bahwa pernikahan sekarang lebih mengutamakan suasana yang lebih dekat dan personal dengan orang-orang terdekat.
Selain itu, tema pernikahan pun lebih banyak mengarah pada konsep sederhana dan minimalis. Pasangan masa kini lebih memilih dekorasi yang simpel dan estetis, menghindari ornamen berlebihan yang sering kali terlihat pada pernikahan zaman dulu.
2. Undangan Beralih ke Digital
Transformasi digital yang pesat juga merambah ke dunia pernikahan, terutama dalam hal undangan. Dulu, undangan pernikahan selalu berbentuk fisik dan dikirimkan langsung ke alamat tamu. Namun kini, banyak pasangan yang memilih menggunakan undangan digital yang lebih praktis, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Undangan digital dapat dikirim melalui email atau aplikasi pesan singkat, bahkan dapat disertai dengan fitur-fitur interaktif yang lebih menarik. "Semuanya sekarang serba digital, kartu undangan juga sekarang disesuaikan dengan digital," jelas Noel.
3. Unsur Adat dan Sentuhan Modern
Pernikahan tradisional yang kental dengan adat kini banyak disesuaikan dengan gaya modern. Sebelumnya, pernikahan di Indonesia sering kali melibatkan seluruh rangkaian prosesi adat yang cukup panjang dan kompleks. Namun sekarang, banyak pasangan yang mengombinasikan elemen-elemen adat dengan konsep yang lebih modern dan minimalis. Meski beberapa prosesi tradisional masih dipertahankan, semuanya dikemas dengan cara yang lebih sederhana dan mudah diterima generasi masa kini. "Sekarang banyak yang suka campur adat sama gaya modern, bahkan enggak pakai adat sama sekali," ujar Noel.
Tren pernikahan saat ini jelas mencerminkan perubahan besar dalam cara pasangan muda merayakan hari spesial mereka, dengan lebih menekankan pada kesederhanaan, kenyamanan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk membuat segala sesuatunya lebih praktis dan efisien.
(km/n14)
TEBING TINGGI Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Jalan Gunung Semeru, Lingkungan II, Kelurahan Lala
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin langsung aksi gotong royong massal lintas sektoral di Stadion Teladan, Sabtu (23
PEMERINTAHAN
MEDAN Kekompakan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan kembali terlihat menjelang pelaksanaan ASEAN U19 Boys
PEMERINTAHAN
JAKARTA Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan CEO GoTo, Hans Patuwo, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Jumat (2
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyoroti masih kuatnya e
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada daging dalam empat hingga lima tahun ke depan. Target
EKONOMI
JAKARTA Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditangkap otoritas Israel saat mengikuti misi kemanusiaan internasi
NASIONAL
JAKARTA Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas gangguan sistem kelistrika
NASIONAL
JAKARTA Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menjadi sorotan publik usai insiden pemadaman listrik massal di sejumlah wilay
EKONOMI
MEDAN Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara, SulaimanSulaiman Harahap, menegaskan wartawan merupakan mitra s
PEMERINTAHAN