Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Pola diet puasa intermiten semakin populer di kalangan banyak orang dewasa sebagai cara efektif untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan metabolisme. Namun, meski memiliki manfaat bagi orang dewasa, para peneliti memperingatkan bahwa pola diet ini bisa berisiko bagi remaja, karena dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.
Pola diet puasa intermiten biasanya melibatkan siklus puasa dan makan dalam jangka waktu tertentu. Meskipun penelitian menunjukkan bahwa diet ini dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah, menurunkan berat badan, dan memperbaiki kesehatan jantung pada orang dewasa, dampaknya pada remaja masih menjadi perhatian besar.
Menurut ahli gizi dan kesehatan, tubuh remaja masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, sehingga membutuhkan asupan kalori yang cukup setiap hari. Diet puasa intermiten yang membatasi waktu makan dapat mengurangi jumlah kalori dan nutrisi yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tulang, otot, serta fungsi tubuh yang optimal.
Profesor kesehatan anak dan remaja, Dr. Siti Rahmawati, mengatakan bahwa puasa intermiten dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan gangguan makan pada remaja yang masih dalam masa perkembangan. "Selama masa pubertas, tubuh memerlukan lebih banyak kalori dan nutrisi penting untuk mendukung proses pertumbuhan fisik dan mental. Membatasi makan dalam waktu tertentu dapat mengganggu keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan," ujarnya.
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.