Tan juga mempersembahkan medali emas di Asian Games 1962 setelah menundukkan Teh Kew San di babak final.
Mengabdi Sepanjang Hayat
Di luar prestasi di lapangan, Tan Joe Hok juga dikenal sebagai tokoh yang mengabdikan hidupnya untuk pengembangan bulu tangkis.
Ia pernah menempuh pendidikan di Baylor University, AS, di bidang kimia dan biologi.
Namun, cintanya pada Indonesia membawanya kembali pulang untuk melatih dan membina atlet-atlet muda.
Ia sempat menjadi pelatih di luar negeri, Meksiko dan Hong Kong, namun akhirnya kembali ke tanah air dan menjadi pelatih di PB Djarum pada 1982.
Hingga usia senjanya, Tan tetap aktif menjadi inspirator dan saksi sejarah perkembangan bulu tangkis Indonesia.
Meski berasal dari komunitas Tionghoa dan pernah menghadapi diskriminasi, Tan Joe Hok tidak pernah meninggalkan Indonesia.
Ia memilih tetap setia kepada tanah air yang dicintainya.
Kepergian Tan Joe Hok meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan yang tak tergantikan.
Ia bukan hanya juara di lapangan, tapi juga panutan dalam integritas, ketekunan, dan nasionalisme.
Kini, sang legenda telah tiada. Namun setiap pukulan raket dan setiap mimpi anak bangsa di lapangan bulu tangkis akan terus menyebut namanya, Tan Joe Hok, pelopor kejayaan Indonesia.
Selamat jalan, Tan Joe Hok. Terima kasih telah mengayunkan raket untuk negeri ini.*