BREAKING NEWS
Selasa, 13 Januari 2026

“Berbeda Iman, Satu Nurani”: Pegawai PN Wangi Wangi Ajeng Siti Wahyuni Raih Juara II Lomba Foto Peradilan 2025

S. Erfan Nurali - Sabtu, 03 Januari 2026 10:21 WIB
“Berbeda Iman, Satu Nurani”: Pegawai PN Wangi Wangi Ajeng Siti Wahyuni Raih Juara II Lomba Foto Peradilan 2025
Ajeng Siti Wahyuni, S.M., menerima penghargaan juara kedua Lomba Foto Peradilan 2025. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Suasana haru menyelimuti Balairung Mahkamah Agung Republik Indonesia saat Ajeng Siti Wahyuni, S.M., perempuan asal Sukabumi yang bertugas sebagai Penata Layanan Operasional di Pengadilan Negeri Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, menerima penghargaan juara kedua Lomba Foto Peradilan 2025.

Tangannya gemetar, suara bergetar, dan air mata tak tertahan saat lagu Himne Mahkamah Agung dikumandangkan.

"MasyaAllah, saya masih gemetar. Saat menyanyikan Himne Mahkamah Agung, saya menangis. Tidak menyangka pemenang lomba bisa diundang ke sini, bahkan orang tua saya ikut hadir," ujar Ajeng dengan penuh haru.

Baca Juga:

Ajeng, yang baru serius menekuni fotografi menggunakan telepon genggam sejak tahun lalu, mengirim satu karya yang menangkap momen hening sebelum persidangan: doa bersama lintas keyakinan oleh para hakim dan panitera pengganti.

Foto tersebut berjudul "Berbeda Iman, Satu Nurani: Berdoa untuk Keadilan", yang merefleksikan nilai toleransi, integritas, dan independensi yudisial di balik ruang sidang.


"Doa-doa itu berbaur menjadi satu. Tidak ada batas agama, hanya satu suara batin yang sama, memohon agar setiap keputusan membawa kepastian hukum, kebermanfaatan, dan keadilan bagi sesama," kata Ajeng.

Perjalanan Ajeng menuju Jakarta tidak mudah. Ia menempuh perjalanan darat dan laut selama delapan jam dari Wakatobi ke Kendari, dilanjutkan penerbangan ke Jakarta.

Semua perjuangan itu terbayar saat karyanya mendapat apresiasi tinggi dari Mahkamah Agung.

Selain Ajeng, keluarga, rekan kerja di PN Wangi Wangi, hingga pimpinan Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara hadir memberikan dukungan.

Pengalaman ini tidak hanya menjadi penghargaan pribadi, tetapi juga pengingat bagi masyarakat dan aparat peradilan bahwa keadilan sejati tidak memandang ras maupun agama.

Ajeng berharap fotonya bisa menjadi simbol bagi seluruh jajaran peradilan dan masyarakat bahwa integritas, toleransi, dan keberpihakan pada hukum menjadi fondasi keadilan di Indonesia.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Zainal Arifin Mochtar, Dosen UGM dan Aktivis Antikorupsi yang Mendapat Teror dan Ancaman Telepon
KUHP dan KUHAP Baru: Masyarakat Bisa Kritik Pejabat Tanpa Takut Dipenjara
Terungkap! Kronologi Pencurian Emas Rp 700 Juta oleh ART dan Pasutri di Dairi
KUHP Baru Resmi Berlaku, Zina dan Kumpul Kebo Kini Bisa Dipidanakan!
KUHP dan KUHAP Nasional Resmi Berlaku, Pemerintah Klaim Era Baru Penegakan Hukum
KUHP dan KUHAP Baru Berlaku Hari Ini, Ketua Komisi III DPR RI: Selamat Menikmati
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru