Kemnaker Matangkan Strategi Tripartit Jelang ILC ke-114 di Swiss, Bahas Dampak AI pada Dunia Kerja
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematangkan strategi keberangkatan Delegasi Tripartit Indonesia dalam menghadiri Internat
EKONOMI
BITVONLINE.COM –Tren terbaru di media sosial, terutama di TikTok, yang mengusung tema ‘When Your Work Doesn’t Match Your Aesthetic’ atau ‘Ketika Gaya Hidup Nggak Sesuai sama Kerjaan’ tengah menjadi viral. Tren ini menggambarkan kontras mencolok antara gaya hidup dan pekerjaan seseorang, menyoroti bagaimana tampilan seseorang di media sosial sering kali tidak mencerminkan pekerjaan nyata mereka.
Akun Instagram @tante.rempong.official baru-baru ini membagikan beberapa video yang menampilkan tren ini, memperlihatkan sembilan cuplikan berbeda yang menggambarkan perbedaan mencolok antara kehidupan sehari-hari seseorang dan citra sosial mereka. Dalam video tersebut, para pengguna media sosial menunjukkan bagaimana gaya hidup mereka di luar pekerjaan sering kali jauh berbeda dari penampilan mereka saat bekerja.
Salah satu video yang viral menunjukkan seorang pria tampak gagah dalam kemeja hitam dan celana abu-abu sambil memegang gelas di sebuah restoran mewah. Namun, video tersebut mengungkapkan bahwa pria tersebut bekerja sebagai kuli bangunan. Kontras antara penampilan mewahnya dan pekerjaan sehari-harinya menarik perhatian banyak orang.
Contoh lainnya menampilkan seorang perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjual daging di pasar, terlihat memakai daster dan apron. Saat tidak bekerja, ia tampil dalam busana yang cantik dan bergaya sosialita, memperlihatkan perbedaan drastis antara kehidupan kerjanya dan penampilannya di luar jam kerja.
Tidak kalah mencolok adalah potret seorang wanita yang terlihat modis dan sporty saat menonton konser, sementara faktanya dia bekerja sebagai pedagang bubur ayam di pinggir jalan. Gaya hidup sosialitanya jelas berbeda dengan pekerjaan sehari-harinya, memberikan gambaran yang mengejutkan bagi para penonton video tersebut.
Respon netizen terhadap tren ini beragam. Banyak yang memberikan komentar positif dan mendukung para individu yang menampilkan perbedaan mencolok ini. Akun @ind*** mengungkapkan kekagumannya dengan mengatakan, “Mereka duitnya banyak loh, dibandingkan gw. Terus mereka bisa atur kerja sendiri gak di bawah tekanan bos.” Komentar ini mencerminkan pemahaman bahwa meskipun ada perbedaan besar antara gaya hidup dan pekerjaan, banyak dari mereka yang memiliki kebebasan dan kontrol atas hidup mereka.
Sementara itu, akun @rul*** menambahkan, “Live your life bro sis… selama uang halal gak apa-apa gas.” Ini menunjukkan dukungan terhadap gaya hidup pribadi seseorang selama mereka tidak melanggar aturan atau etika.
Akun @uth*** juga memberikan pandangan bahwa pekerjaan seperti penjual daging di pasar dapat mendatangkan keuntungan yang signifikan, menyatakan, “Jangan salah, tukang daging di pasar, sehari bisa dapet uang bergepok-gepok.” Ini menyoroti bahwa meskipun pekerjaan mereka mungkin tampak biasa, pendapatan yang diperoleh bisa jadi tidak kalah dari pekerjaan dengan citra sosial yang lebih glamor.
Tren ini mengundang diskusi mengenai bagaimana masyarakat seringkali menilai seseorang berdasarkan penampilan dan gaya hidup mereka di media sosial, tanpa mengetahui realitas pekerjaan mereka yang sebenarnya. Tren ini juga menunjukkan pentingnya memahami dan menghargai setiap pekerjaan, serta menghindari penilaian sepihak berdasarkan citra luar saja.
(N/014)
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematangkan strategi keberangkatan Delegasi Tripartit Indonesia dalam menghadiri Internat
EKONOMI
JAKARTA Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni, menegaskan komitmennya dalam memperce
EKONOMI
SUMEDANG Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (UPZ IKA Unpad) menyalurkan daging kurb
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari dalam sep
NASIONAL
MEDAN Forum Jurnalis Medan menyembelih empat ekor hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. Kegiatan yang berlangsun
NASIONAL
BANDA ACEH Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyembelih 14 ekor hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. Kegi
NASIONAL
PEKANBARU Penggerebekan pesta narkoba di sebuah tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru, Riau, menyeret nama anak Bupati Pelalawan, Zukri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo menilai penanganan kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo berlangsung terlalu lama
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Golkar membela program bantuan 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Be
POLITIK
JAKARTA Permadi Arya alias Abu Janda membantah tudingan penghinaan terhadap masyarakat Sumatera Barat setelah dirinya dilaporkan ke Bare
HUKUM DAN KRIMINAL