Daftar 10 Militer Terkuat Dunia 2026, Indonesia Ungguli Israel dan Iran!
JAKARTA Kekuatan militer menjadi salah satu pilar utama pertahanan suatu negara, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik glob
NASIONAL
jakarta -Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Mohammed Rycko Amelza Dahniel, mengungkapkan bahwa penyebaran paham intoleransi, kekerasan, dan radikalisme kini merambah luas ke dunia maya. Fenomena ini, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, dapat berpotensi mengarah pada tindakan terorisme yang meresahkan masyarakat.
Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Rycko menjelaskan tiga strategi utama BNPT dalam pencegahan dan pemberantasan terorisme di ranah digital. Strategi tersebut meliputi pre-emptive strike, preventive strike, dan restorative strike. Pre-emptive strike dilakukan melalui patroli siber, take down konten berbahaya, dan kontra narasi untuk mencegah akses masyarakat terhadap konten yang berpotensi merusak. Sementara itu, preventive strike melibatkan sosialisasi intensif kepada kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan remaja, guna mencegah pengaruh negatif paham ekstremisme. Adapun restorative strike fokus pada penegakan hukum dan deradikalisasi bagi individu yang terlanjur terpengaruh.
Dr. Darmansjah Djumala, anggota Kelompok Ahli BNPT bidang kerjasama internasional, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam implementasi rencana aksi nasional pencegahan ekstremisme. Menurutnya, terorisme bukan sekadar masalah keamanan, melainkan akumulasi perilaku menyimpang yang mempengaruhi kehidupan beradab. Djumala juga mengingatkan bahwa menghargai perbedaan dan keberagaman adalah kunci dalam mewujudkan persatuan dalam negara yang majemuk.
Lebih lanjut, Djumala menekankan bahwa upaya penanggulangan terorisme dan propaganda intoleransi di dunia maya bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan seluruh masyarakat. Partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat diperlukan untuk melakukan counter-narasi terhadap konten-konten yang mengandung intoleransi dan radikalisme. Hal ini dapat dilakukan melalui pendekatan sederhana seperti memberikan penjelasan berdasarkan fakta dan pengetahuan dalam platform-platform digital seperti grup WhatsApp dan media sosial lainnya.
Di tengah semangat Pancasila yang menjadi landasan ideologi bangsa, Djumala menegaskan pentingnya nilai-nilai seperti menghargai perbedaan, toleransi, dan moderasi beragama sebagai panduan etika dan moral untuk memastikan keutuhan dan persatuan Indonesia.
Dengan demikian, penanggulangan paham intoleransi dan radikalisme di dunia maya tidak hanya menjadi tugas institusi negara, namun juga sebuah panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam menjaga kedamaian dan keamanan bersama.
(n/014)
JAKARTA Kekuatan militer menjadi salah satu pilar utama pertahanan suatu negara, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik glob
NASIONAL
JAKARTA Penyanyi Vidi Aldiano, 35 tahun, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026). Kabar duka ini dibagikan sejumlah musisi Tana
ENTERTAINMENT
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kebijakan perpajakan, termasuk terkait tunjangan hari raya (THR), dijalankan se
EKONOMI
ACEH TAMIANG Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, melakukan kunjungan kerja
PEMERINTAHAN
PEMATANGSIANTAR Universitas HKBP Nommensen (UHN) Pematangsiantar resmi memberhentikan dosen inisial RP secara tidak dengan hormat setela
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menyoroti potensi terbatasnya stok bahan bakar minyak (BBM)
EKONOMI
AS Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (Deplu AS) memberikan lampu hijau untuk penjualan darurat 12.000 selongsong bom seberat 1.000
INTERNASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia menangguhkan sementara pembahasan teknis Forum Board of Peace (BoP) menyusul eskalasi konflik yang melibatk
NASIONAL
JAKARTA Wakil Presiden Republik Indonesia ke10 dan ke12, Jusuf Kalla (JK), menyoroti praktik pelaksanaan forum internasional Board of
NASIONAL
PALEMBANG Sekretariat DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 486,9 juta untuk pengadaan dua meja biliar bagi
PEMERINTAHAN