Pengungsi Bencana Tandihat di Huntara: Nyaman Tapi Rindu Rumah Sendiri
TAPSEL Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa n
NASIONAL
MEDAN -Kasus gempar di Perumnas Simalingkar, Kecamatan Medan Tuntungan, semakin mengguncang masyarakat ketika polisi mengungkap bahwa dua wanita yang digegerkan dituduh sebagai penculik anak ternyata terlibat dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Penyelidikan menyimpulkan bahwa biang kerok di balik peristiwa ini adalah ayah sang anak, yang menjual anaknya dengan harga yang menggemparkan, hanya Rp 15 juta.
Kronologi KejadianKronologi kasus ini dimulai ketika seorang ayah, berinisial FG, menawarkan anak kandungnya, berusia 11 bulan, melalui Facebook. Dua wanita, NJH dan AHBS, sepakat melakukan pertemuan dengan FG untuk melakukan transaksi sebesar Rp 15 juta. Pada Jumat, 8 Mei 2024, transaksi tersebut terjadi, dan korban diserahkan kepada kedua wanita tersebut oleh ayahnya sendiri.
Kesaksian Ibunda KorbanSaat menyadari bahwa anaknya telah hilang, ibu korban, yang panik, memposting keberadaan anaknya di akun Facebook-nya. Pada Minggu, 5 Mei 2024, salah seorang pelaku menghubungi ibu korban dan menuntut tebusan sebesar Rp 16 juta agar anaknya dikembalikan. Dengan bantuan keluarganya, ibu korban berhasil menghadang mobil para pelaku dan menyelamatkan anaknya dari tangan mereka.
Penetapan TersangkaPolisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, termasuk kedua wanita yang menculik anak dan sang ayah yang menjual anaknya. Namun, sang ayah, FG, masih dalam pencarian karena telah melarikan diri setelah menerima uang hasil penjualan anaknya.
Panggilan untuk KeadilanKasus ini menyentuh sisi gelap perdagangan manusia, menyoroti perlunya tindakan tegas dan keadilan bagi korban TPPO. Masyarakat dihimbau untuk bersatu dalam menentang eksploitasi manusia, khususnya perdagangan orang, dan untuk mendukung langkah-langkah penegakan hukum yang lebih kuat terhadap para pelaku.
Pemantapan Perlindungan AnakPeristiwa ini menegaskan pentingnya perlindungan yang lebih kuat bagi anak-anak dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan bahwa hak-hak anak dihormati dan dilindungi sepenuhnya, serta bahwa para pelaku kejahatan terhadap anak ditindak dengan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
Menunggu KeadilanSementara kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan penegakan hukum, masyarakat menanti dengan harap bahwa keadilan akan ditegakkan bagi semua pihak yang terlibat dalam kasus ini. Semua anak berhak hidup dalam lingkungan yang aman dan terlindungi, dan peristiwa seperti ini harus menjadi panggilan bagi kita semua untuk bersatu dalam melindungi anak-anak dari bahaya dan ancaman yang mengerikan seperti perdagangan orang.
(N/014)
TAPSEL Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa n
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penguatan sistem hubungan industrial nasional. Langkah ini be
EKONOMI
PADANGSIDIMPUAN Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Jaminan Hidup bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah lo
NASIONAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai tuntutan hukuman mati bagi anak buah kapal (ABK) asal Medan, Fandi Ramadh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dengan suara bergetar dan mata berkacakaca, ibunda Fandi Ramadhan, Nirwana, menyampaikan permohonan penuh haru agar putranya di
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPSEL Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 418 warga Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru,
EKONOMI
MEDAN Pada malam ke3 bulan suci Ramadhan, Ustad Jumana Farid menekankan pentingnya sholat sebagai tiang agama dalam tausyiah singkat ya
AGAMA
JAKARTA Biaya politik yang tinggi disebut sebagai salah satu akar persoalan korupsi di Indonesia. Direktur Indonesia Political Review (I
POLITIK
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, menilai pengakuan Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menyatak
POLITIK
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Muhammad Kerry Adrianto Riza, mengungkit
HUKUM DAN KRIMINAL