Polisi Ungkap Perampokan Toko Emas di Tapaktuan dalam 24 Jam, Pelaku Oknum Anggota Polri
TAPAKTUAN Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda
HUKUM DAN KRIMINAL
LEBAK,BANTEN –Polres Cilegon berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku pembunuhan APH, bocah berusia lima tahun yang ditemukan tewas di Pantai Cihara, Kabupaten Lebak, dengan kondisi wajah dililit lakban. Penemuan mayat tersebut mengejutkan masyarakat dan memicu berbagai spekulasi mengenai motif di balik kejahatan ini.
Kapolres Cilegon, AKBP Kemas Indra Natanegara, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih memburu dua terduga pelaku lainnya. “Sementara yang kita amankan terduga ada tiga, kemudian ada dua yang masih dilakukan pengejaran,” jelas Kemas dalam keterangannya, Sabtu (21/9/2024).
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa para terduga pelaku saling mengenal satu sama lain. “Kita masih melakukan pemeriksaan dan pengejaran. Saling mengenal,” lanjutnya, tanpa merinci identitas para terduga.
Motif penculikan disertai pembunuhan ini masih dalam penyelidikan. Namun, salah satu dugaan yang muncul berkaitan dengan masalah utang piutang yang melibatkan orangtua korban. Hal ini menambah kompleksitas kasus yang telah mengejutkan masyarakat.
Hasil autopsi yang diperoleh juga menunjukkan adanya luka pada beberapa bagian tubuh bocah malang ini. “Hasil autopsi sudah ada, autopsi sementara yah. Jadi diindikasikan adanya pembunuhan. Tapi belum kami simpulkan untuk proses penyidikannya nanti,” ungkap Kemas. Ia menjelaskan bahwa terdapat lebam di kanan-kiri tangan, kaki, serta perut korban, yang menandakan adanya tindakan kekerasan sebelum korban meninggal.
Kejadian tragis ini pertama kali menggemparkan warga setempat pada Kamis, 19 September 2024, ketika mayat bocah tersebut ditemukan tergeletak di antara bebatuan di Pantai Cihara. Dalam penemuan tersebut, wajahnya tertutup lakban hitam, menambah ketegangan dan kengerian yang menyelimuti masyarakat. Bocah itu diketahui mengenakan pakaian berwarna biru dengan gambar karakter kartun Daisy Duck dan bertuliskan “Littlepoint”, yang semakin memperlihatkan bahwa ia adalah seorang anak yang tidak bersalah.
Kondisi penemuan mayat ini kemudian menjadi viral di media sosial, dengan banyak video laporan yang beredar luas di berbagai grup WhatsApp. Masyarakat setempat merasa cemas dan berduka atas kejadian ini, yang mengingatkan akan perlunya keamanan dan perlindungan lebih bagi anak-anak di lingkungan mereka.
Polisi saat ini terus melakukan penyelidikan lebih lanjut dan berupaya untuk mengungkap kasus ini secepat mungkin, memberikan keadilan bagi keluarga korban serta rasa aman bagi masyarakat.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi aparat kepolisian dan diharapkan dapat segera terungkap agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.
(N/014)
TAPAKTUAN Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Pemerintah Aceh meraih tiga penghargaan dalam ajang Forum Pemred Multimedia Award 2026 yang digelar di Hotel Alana, Yogyakart
PEMERINTAHAN
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyayangkan pernyataan advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan ke
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, menegaskan penetapan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Asrul Azis Taba, kembali mengajukan gugatan p
NASIONAL
MAKASSAR Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek strategis nasional Blok Masela resmi memasuki t
EKONOMI
NEW YORK Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, pada Senin (20/7/2026) di
OLAHRAGA
TAPANULI TENGAH Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, memicu banjir setelah t
PERISTIWA
JAKARTA Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mengkritik pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea
NASIONAL
SIMALUNGUN Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, meluncurkan sejumlah program prioritas saat melakukan kunjungan kerja ke Keca
PEMERINTAHAN