Megawati Bertemu Xanana Gusmão di Dili, Tawarkan Tiga Bidang Kerja Sama Strategis kepada Timor Leste
DILI Presiden ke5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Timor Leste, Kay Ral
NASIONAL
JAKARTA -Hari ini, Indonesia meratapi kepergian seorang tokoh yang dikenal luas dalam dunia BUMN, Tanri Abeng. Mantan Menteri BUMN itu meninggalkan kenangan mendalam bagi Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok. Dalam suasana haru, Ahok mengungkapkan kedekatannya dengan almarhum Tanri Abeng, yang lebih dari sekadar hubungan profesional.
“Orang banyak nggak tahu, Tanri Abeng ini saya panggil Om, karena dari keluarga bapak saya yang Bugis kan. Nah ini keluarga waktu papa saya meninggal pun saya pertama kenal Om Tanri itu waktu meninggal bapak angkat saya karena waktu habis mandi disembayangin duduk bareng gitu loh,” cerita Ahok kepada wartawan di Grogol, Jakarta Selatan, saat melayat ke rumah duka Tanri Abeng, Minggu (23/6/2024).
Ahok mengisahkan bahwa hubungannya dengan Tanri Abeng tidak hanya sebatas hubungan profesional di dunia BUMN. Mereka sering berdiskusi, terutama ketika Ahok menjabat sebagai Komut Pertamina.
“Saya nggak ubah meja posisi tempat duduk semua nggak saya ubah saya ikutin saja karna yah Om sendiri. Dan saya juga sering telepon malam-malam sharing ada berita Pertamina apa, dia suka telepon sharing. Saya kira berkat beliau juga kasih pengarahan macam-macam yah Pertamina tahun terakhir kita optimasi biaya cukup besar,” ungkap Ahok dengan penuh penghormatan.
Ahok juga mengenang nasihat dan dukungan yang diberikan Tanri Abeng kepadanya, terutama ketika posisi Ahok sebagai Komut Pertamina menggantikan Tanri Abeng. “Paling saya ingat beliau bilang gini, ‘kamu pasti bisa lebih hebat dari saya di Pertamina, bisa lakuin banyak hal’, saya bilang ‘kenapa Om, saya nggak mungkin setara dengan Om lah’ saya bilang gitu kan. Lalu beliau bilang gini ‘karena kamu teman presiden semua orang nurut katanya, jadi kalau saya perintah-perintah belum tentu orang nurut, kalo kamu kan nurut katanya nanti karena teman presiden’,” kenangnya dengan senyum.
Namun, kehilangan Tanri Abeng tidak hanya dirasakan dalam kapasitas personal Ahok, tapi juga dalam perjalanan karirnya di dunia BUMN. Ahok mengungkapkan bahwa Tanri Abeng memberikan arahan yang berharga, termasuk konsep Indonesia Incorporation, yang memberi pandangan lebih dalam mengenai peran BUMN sebagai elemen penting dalam perekonomian nasional.
“Saya dulu kan kenalnya juga manajer Rp 1 miliar, nah terus kebetulan kita sering kontak lah. Memang 3 bulan terakhir tak bisa kontak karena beliau lagi drop di Singapura,” tambah Ahok, mengenang perjalanan terakhir bersama almarhum.
Dalam momen berduka ini, Ahok tidak hanya mengenang Tanri Abeng sebagai seorang mentor dan sahabat, tetapi juga sebagai salah satu tokoh yang telah memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan sektor BUMN di Indonesia. Semangatnya dan pandangannya akan tetap dikenang dalam perjalanan panjang BUMN di masa depan.
(N/014)
DILI Presiden ke5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Timor Leste, Kay Ral
NASIONAL
JAKARTA Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menyatakan Ahmad Dedi alias Dedi Congor menerima uang sebesar R
HUKUM DAN KRIMINAL
LOMBOK BARAT Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kepala daerah dan aparat keamanan ikut mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergiz
NASIONAL
JAKARTA Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah me
SOSOK
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong seluruh pengelola media sosial Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untu
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono bersama jajaran Kementerian Koperasi, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi
EKONOMI
SUKABUMI Ekspedisi Cicatih Elpala memasuki etape ketiga dengan menyusuri aliran Sungai Cicatih di kawasan Leuwi Lalay, Sukabumi, Jawa Ba
NASIONAL
JAKARTA Pengamat kebijakan pertanahan dan reforma agraria, Dr. Budi Suryanto, S.H., M.H., M.Si., menilai pembenahan tata kelola agraria
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Guru Besar Universitas Borobudur, Prof. Dr. Faisal Santiago, SH., MH., menilai ego sektoral di kalangan aparat penegak hukum (APH)
NASIONAL
MEDAN Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan mengungkap sebuah rumah kos di Kota Medan, Sumatera Utara, yang diduga dijadikan gudang p
HUKUM DAN KRIMINAL