Transisi Darurat Bencana Aceh Berakhir 30 Juli, Pemerintah Bahas Status Penanganan Selanjutnya
BANDA ACEH Pemerintah Aceh akan segera menentukan status penanganan bencana hidrometeorologi setelah masa Transisi Darurat menuju Pemuli
PEMERINTAHAN
BANTEN -Sejumlah pemudik yang menghabiskan waktu hingga 10 jam mengantre di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, akhirnya meluapkan kekecewaan mereka kepada petugas pada Senin (8/4/2024) pagi. Protes tersebut terjadi di kantong parkir Dermaga 6 atau eksekutif sekitar pukul 11.00 WIB, menunjukkan situasi yang tegang dan frustrasi pemudik dalam menghadapi keterlambatan penyeberangan.
Salah satu pemudik, Yohan, mengekspresikan kekesalannya setelah mengantre sejak jam dua subuh. Meski telah menunggu dengan sabar, kendaraannya dan barisan mobil lainnya tetap tidak kunjung dimasukkan ke dalam kapal motor penyeberangan (KMP) yang seharusnya sudah sandar. “Mengantre dari jam dua subuh kita di Pelabuhan Merak katanya lewat eksekutif, sudah di sini belum berangkat-berangkat,” ungkap Yohan.
Kekecewaan semakin meluap ketika pemudik menyaksikan kendaraan lain, terutama bus, didahulukan untuk penyeberangan meskipun tiba belakangan. Yohan bahkan menuding bahwa kendaraan yang mendapat prioritas tersebut kemungkinan membayar sejumlah uang kepada petugas. Hal ini membuat pemudik merasa tidak diperlakukan adil dan menimbulkan perasaan frustrasi yang cukup besar di kalangan mereka.
Anton, seorang pemudik lainnya, juga merasakan ketidakadilan dalam penyeberangan tersebut. Menurutnya, petugas seharusnya memberikan prioritas kepada pemudik yang sudah mengantre terlebih dahulu dan memberi perlakuan yang adil. Namun, situasi di lapangan menunjukkan sebaliknya, di mana pemudik yang telah mengantre lama justru tidak didahulukan dalam penyeberangan.
Situasi yang tegang akhirnya diatasi oleh seorang petugas kepolisian yang mencoba menenangkan pemudik yang kesal dan frustasi. Namun, belum ada penjelasan resmi dari otoritas Pelabuhan Merak terkait kendaraan yang tidak kunjung diseberangkan, menambah ketidakpastian dan ketegangan di antara pemudik.
Kejadian ini mencerminkan tantangan besar dalam mengelola arus mudik yang padat di pelabuhan utama seperti Merak. Perlunya koordinasi yang lebih baik antara petugas, pemudik, dan otoritas terkait untuk menghindari situasi yang memicu kekecewaan dan protes di masa-masa krusial seperti arus mudik Lebaran.
(K/09)
BANDA ACEH Pemerintah Aceh akan segera menentukan status penanganan bencana hidrometeorologi setelah masa Transisi Darurat menuju Pemuli
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI Prof. Arief Hidayat menilai kondisi penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi berbagai
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, belum memutuskan ap
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Anakanak mencakup hampir 30 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah yang besar tersebut menjadikan pemenuhan hak anak s
NASIONAL
JAKARTA Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 273/PUUXXIII/2025 yang melarang penghapusan sisa kuota internet secara sepihak dinilai m
NASIONAL
JAKARTA Rapper asal Amerika Serikat, Kanye West atau yang kini dikenal dengan nama Ye, dipastikan akan menggelar konser perdananya di In
ENTERTAINMENT
JAKARTA Program Bedah Rumah pemerintah selangkah lagi memiliki aturan baru. Rancangan Peraturan Menteri (Rapermen) tentang Program Bedah
NASIONAL
BANDA ACEH Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh yang menyerahkan pengelolaan tata kelola parkir publik kepada pihak swasta menda
PEMERINTAHAN
PENAJAM PASER UTARA Kabar duka datang dari lingkungan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi
PERISTIWA
NEW DELHI Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah gelombang aksi protes besarbesara
INTERNASIONAL