Prabowo: Indonesia Bisa Jadi Bangsa Pemberi Bantuan, Bukan Peminta Bantuan
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meyakini Indonesia dapat menjadi bangsa yang mandiri, maju, dan disegani dunia apabila menjalankan pri
NASIONAL
JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan pertemuan penting dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang menjadi momen signifikan dalam perjalanan kepemimpinan dan strategi militer TNI Angkatan Darat (AD). Pertemuan ini menyoroti komunikasi antara tingkat pemerintahan tertinggi dengan kepemimpinan militer, mencerminkan pentingnya sinergi antara kedua entitas tersebut dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara.
Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Maruli mengakui penerimaan sejumlah arahan penting dari Wakil Presiden, menunjukkan keterbukaan dan komitmen TNI AD untuk terus memperbaiki diri sesuai dengan arah dan kebijakan pemerintah. Terdapat dua aspek utama yang menjadi fokus diskusi, yaitu pengembangan strategi militer dan peran TNI AD dalam mendukung kegiatan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Pertama, Maruli menyampaikan bahwa pihaknya meminta masukan serta arahan terkait tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh TNI AD. Hal ini mencerminkan komitmen TNI AD untuk terus meningkatkan profesionalisme dan efektivitas dalam menjalankan tugas-tugasnya, sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.
Kedua, dalam konteks pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) yang akan datang, Maruli menyampaikan bahwa Wakil Presiden memberikan arahan khusus terkait peran TNI AD. Hal ini menyoroti pentingnya peran TNI AD dalam menjaga stabilitas dan keamanan selama proses pemilihan, serta memastikan kelancaran dan integritas dalam pelaksanaannya.
Selain itu, Maruli juga mengungkapkan bahwa Wakil Presiden mendorong TNI AD untuk lebih aktif dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Ini menunjukkan kesadaran dan komitmen pemerintah untuk menggunakan potensi dan sumber daya militer tidak hanya untuk kepentingan pertahanan, tetapi juga untuk memperbaiki kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat.
Pasca-pertemuan dengan Wakil Presiden, Maruli berjanji untuk segera membahas arahan-arahan yang diterima bersama jajaran pimpinan dan staf TNI AD. Implementasi dari arahan-arahan tersebut diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat, menunjukkan responsifnya TNI AD terhadap kebutuhan dan arahan dari pemerintah.
Kesimpulannya, pertemuan antara KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin mencerminkan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan militer dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat. Ini adalah langkah penting dalam memastikan bahwa kebijakan dan strategi yang diambil selaras dengan kepentingan nasional dan kebutuhan masyarakat.
(A/08)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meyakini Indonesia dapat menjadi bangsa yang mandiri, maju, dan disegani dunia apabila menjalankan pri
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, mendorong DPR RI agar segera mempercepat pembahasan Revisi UndangUndang (RUU) Pemilu.
POLITIK
JAYAPURA Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz berhasil menangkap seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berinisial EK (18) yan
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari strategi peme
NASIONAL
JEDDAH Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan pengalaman spiritualnya saat menunaikan ibadah haji untuk pertama
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah saat ini tengah menjalankan agenda transformasi besar untuk mewujudkan Indonesia
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin memimpin langsung upacara pemakaman militer almarhum Ryamizard Ryacudu di Taman
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan nilainilai Pancasila tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan
NASIONAL
JAKARTA Pengusutan dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikb
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan pemerintah menerapkan kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) melalui satu pintu. La
NASIONAL