BREAKING NEWS
Rabu, 11 Maret 2026

Bolehkah Sedekah Subuh Dilakukan Setelah Fajar Terbit? Ini Penjelasannya

Raman Krisna - Rabu, 26 November 2025 04:00 WIB
Bolehkah Sedekah Subuh Dilakukan Setelah Fajar Terbit? Ini Penjelasannya
ilustrasi (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTASedekah subuh merupakan amalan yang populer di tengah masyarakat, terutama karena diyakini membawa limpahan doa dari para malaikat.

Namun, pertanyaan kerap muncul: bolehkah sedekah subuh dilakukan setelah fajar terbit?

Mengacu pada penjelasan dalam buku Sapu Jagat Keberuntungan karya Ahmad Mudzakir, sedekah yang dilakukan pada waktu subuh memiliki nilai khusus.

Baca Juga:

Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa pada awal pagi, ketika matahari mulai terbit, Allah mengutus dua malaikat yang mendoakan orang yang bersedekah dan memperingatkan kebakhilan.

Meski demikian, waktu pelaksanaan menjadi penentu.

Buku Bahagia Tanpa Jeda karya Nurhasanah Leubu menegaskan bahwa batas sedekah subuh adalah sebelum terbitnya fajar, selaras dengan rentang waktu salat Subuh.

Jika dilakukan setelah fajar terbit, sedekah tersebut tetap sah dan berpahala, tetapi tidak lagi dikategorikan sebagai sedekah subuh.

Pendakwah Buya Yahya juga menegaskan bahwa bersedekah tidak dibatasi pada waktu tertentu.

Ia mengingatkan agar sedekah tidak dilakukan secara tergesa-gesa demi mengejar momen subuh, bahkan sampai diberikan kepada orang yang kurang membutuhkan.

"Sedekahnya tidak harus pagi. Mungkin siang, ketika ada yang lebih membutuhkan," kata Buya Yahya.

Secara umum, rentang waktu sedekah subuh berada pada pukul 04.00 sampai 06.00 pagi, tergantung masuknya waktu Subuh di masing-masing daerah.

Rentang ini menjadi masa yang dianggap paling utama untuk melaksanakan amalan tersebut.

Niat Sedekah Subuh
Buku Ajaibnya Bangun Pagi, Subuh, Dhuha & Mengaji di Pagi Hari karya Muhammad Ainur Rasyid memuat niat sedekah subuh berikut:

-Arab:
نَوَيْتُ التَّقَرُّبَ اِلَى اللهِ تَعَالَى ... وَقَهْرَ النَّفْسِ وَالشَّيْطَانِ

-Latin:
Nawaitut taqoruba ilallahi ta'ala… wa qohran nafsi wasy syaithoni.

Artinya:
"Aku niat bersedekah untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghindari murka-Nya, menjauhi api neraka, menyambung silaturrahmi, menolong yang lemah, mengikuti Nabi, membuat saudara bahagia, menolak bala, menggunakan rezeki dari Allah, serta mengalahkan nafsu dan setan."

Sedekah subuh memiliki nilai khusus bila dilakukan sebelum terbit fajar.

Namun di luar waktu tersebut, sedekah tetap dianjurkan—bahkan lebih baik bila diberikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan.

Esensi sedekah tetap terletak pada ketulusan, bukan semata-mata pada waktu.*

(d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru