BREAKING NEWS
Kamis, 26 Maret 2026

Arti Bacaan Sholat dan Konsekuensi Bagi yang Meninggalkannya

Raman Krisna - Sabtu, 29 November 2025 03:03 WIB
Arti Bacaan Sholat dan Konsekuensi Bagi yang Meninggalkannya
ilustrasi (Foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Sholat dipandang sebagai pilar utama dalam ajaran Islam.

Selain menjadi rukun Islam kedua, ibadah ini diyakini memiliki kedudukan fundamental yang menentukan kualitas keberagamaan seorang Muslim.

Tidak mengherankan apabila konsekuensi meninggalkan sholat dinilai sangat berat, bahkan mampu menggugurkan amal ibadah lain yang dilakukan.

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 43, Allah SWT memerintahkan umat Muslim untuk menegakkan sholat, menunaikan zakat, dan rukuk bersama orang-orang yang rukuk.

Perintah ini menegaskan posisi sholat sebagai amalan yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun bagi seorang Muslim yang berakal dan baligh.

Merujuk pada penjelasan Yulian Purnama dalam buku Shalatlah Sebagaimana Melihatku Shalat!, seseorang yang meninggalkan sholat karena mengingkari kewajibannya dipandang keluar dari Islam.

Pandangan tersebut berdasar pada ijma ulama yang secara tegas menyatakan bahwa pengingkaran terhadap kewajiban sholat tergolong perbuatan yang membatalkan iman.

Sebuah riwayat dari Jabir bin Abdillah yang dicatat dalam Shahih Muslim juga menegaskan bahwa batas antara keimanan dan kekufuran terletak pada sholat.

Hadits ini sering dijadikan rujukan dalam menekankan betapa sentralnya ibadah tersebut dalam kehidupan religius seorang Muslim.

Selain sebagai rangkaian perintah Allah, sholat juga mengandung bacaan-bacaan yang memiliki makna mendalam.

Abu Ustman Kharisman dalam bukunya, Memahami Makna Bacaan Shalat, menyebutkan bahwa memahami arti setiap ucapan dalam sholat akan mengubah ibadah tersebut dari sekadar rutinitas menjadi dialog spiritual dengan Allah.

Mulai dari takbiratul ihram, seorang Muslim mengakui kebesaran Allah sebagai pembuka sholat.

Dilanjutkan dengan doa iftitah, yang memiliki beberapa versi dalam berbagai riwayat, umat Muslim memohon agar dijauhkan dari dosa dan dibersihkan dari kesalahan.

Pada bagian inti, surah Al-Fatihah menjadi titik temu antara hamba dan Tuhannya.

Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan bahwa tiap ayat Al-Fatihah mendapat jawaban langsung dari Allah, menunjukkan kedekatan hubungan spiritual yang terjalin dalam sholat.

Di antara gerakan-gerakan lain—rukuk, i'tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud—bacaan yang diucapkan senantiasa memuat pujian, permohonan ampun, serta pengagungan kepada Allah.

Pada penghujung sholat, tasyahud dan salam menjadi penutup yang menegaskan kembali inti ibadah: ketundukan dan keselamatan bagi sesama.

Lebih dari sekadar kewajiban, para ulama menilai sholat sebagai sarana untuk menghadirkan kesadaran spiritual. Meninggalkan sholat berarti memutus jembatan antara manusia dan nilai-nilai ilahiah. Karena itu, memahami bacaan dan gerakan sholat dianggap sebagai cara memperdalam pengalaman ibadah.*

(d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru