BREAKING NEWS
Jumat, 29 Mei 2026

Momentum Idul Adha dan Hari Tasyrik: Ajakan Memperkuat Takwa dan Silaturahmi

T.Jamaluddin - Jumat, 29 Mei 2026 18:14 WIB
Momentum Idul Adha dan Hari Tasyrik: Ajakan Memperkuat Takwa dan Silaturahmi
Kepala Tata Usaha UPTD Pengembangan Tilawatil Quran Dinas Syariat Islam Aceh, Tgk. Abdul Rani Adnan, MA. (Foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BESAR — Kepala Tata Usaha UPTD Pengembangan Tilawatil Quran Dinas Syariat Islam Aceh, Tgk. Abdul Rani Adnan, MA, mengajak umat Islam memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Adha dan hari tasyrik untuk mempertebal ketakwaan sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Pesan tersebut disampaikan Abdul Rani saat memberikan khutbah Jumat di Masjid Babul Iman Lambheu, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat, 29 Mei 2026.

Dalam khutbahnya, Sekretaris Forum Imam Masjid Se-Aceh ini menyoroti keteladanan Nabi Ibrahim AS sebagai figur sentral di balik ibadah kurban.

Baca Juga:

Menurut dia, ketaatan mutlak Nabi Ibrahim terhadap perintah Allah SWT mengukuhkan posisinya sebagai simbol keluarga bertakwa yang abadi dalam sejarah Islam.

"Keteladanan Nabi Ibrahim, khususnya dalam ketaatan melaksanakan perintah Allah melalui peristiwa kurban, menjadikan keluarganya sebagai simbol keluarga bertakwa," ujar Abdul Rani.

Tradisi Hari Tasyrik di Aceh
Abdul Rani menjelaskan bahwa atmosfer perayaan Idul Adha sejatinya masih berlangsung hingga berakhirnya hari tasyrik pada 13 Zulhijjah.

Di Aceh, hari-hari ini memiliki makna sosiokultural yang kuat.

Sebagian masyarakat bahkan memilih menghentikan aktivitas kerja tertentu sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya.

Selain adanya larangan fikih untuk berpuasa pada 11, 12, dan 13 Zulhijjah, hari tasyrik dinilai sebagai waktu terbaik untuk merajut kembali hubungan kekeluargaan yang renggang.

"Momentum ini hendaknya dimanfaatkan untuk mengunjungi keluarga, guru, dan para sesepuh, serta mempererat hubungan dengan handai taulan," katanya.

Ia juga membandingkan karakteristik dua hari raya dalam Islam.

Jika Idul Fitri diikuti dengan anjuran puasa sunah enam hari di bulan Syawal, maka Idul Adha diisi dengan ibadah penyembelihan kurban dan larangan berpuasa pada hari tasyrik.

Makna Historis dan Pengolahan Daging Kurban
Secara historis, Abdul Rani memaparkan bahwa istilah tasyrik merujuk pada aktivitas menjemur daging kurban di bawah terik matahari pada zaman Nabi Muhammad SAW—sebuah metode pengawetan tradisional sebelum era teknologi pendingin modern.

Di masa kontemporer, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap memuliakan hari tasyrik dengan cara menjamu tamu dan berbagi makanan, khususnya bagi mereka yang memiliki kelapangan rezeki.

Terkait penyimpanan daging kurban, ia menyatakan syariat memberikan kelonggaran.

"Daging kurban boleh diolah dan disimpan, seperti dikeringkan, dimasukkan ke dalam lemari pendingin, atau diolah menjadi berbagai jenis makanan. Namun, pemanfaatannya harus tetap dalam koridor syariat dan tidak digunakan untuk hal-hal yang dilarang," tutur Abdul Rani.

Kurban sebagai Investasi Keberkahan
Di akhir khutbahnya, Abdul Rani menegaskan bahwa esensi utama dari ibadah kurban bukanlah ritus penyembelihan hewan semata, melainkan eskalasi ketakwaan personal kepada Sang Pencipta.

Ia meyakinkan jemaah bahwa pengorbanan materiil melalui kurban tidak akan mengurangi kekayaan seseorang.

Sebaliknya, hal itu menjadi magnet datangnya keberkahan hidup.

"Allah dapat menggantinya dengan kesehatan, kemudahan hidup, dan perlindungan dari berbagai musibah," ucapnya.

Ia berharap nilai-nilai Idul Adha ini mampu melahirkan kesadaran sosial yang tinggi dan mencetak pribadi muslim yang dermawan di tengah masyarakat.*

(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketua PBNU Nilai Bantuan Sapi Kurban Presiden dari APBN Sah, Asal Tepat Sasaran
Sang Naualuh Damanik dan Jejak Awal Penyebaran Islam di Simalungun
Habiburokhman: Kurban Presiden Pakai APBN Sah Secara Hukum dan Syariah
Menag Nasaruddin Umar: Nonmuslim Juga Berhak Menerima Daging Kurban
Menag Nasaruddin Bela Kurban Prabowo Rp100 Miliar dari APBN: Tak Boleh Ada yang Kelaparan Saat Idul Adha
Meunasah Darul Aman Lam Lumpu Sembelih 6 Ekor Lembu dan 8 Kambing pada Iduladha 1447 H
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru