Sebut Isu Ijazah Cuma 'Ecek-Ecek', Denny Indrayana Incar Diskualifikasi Gibran di MK
JAKARTA Pakar hukum Denny Indrayana mengatakan gugatan yang diajukannya terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstit
POLITIK
MEDAN -Gedung Warenhuis yang terletak di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban dan perekonomian Kota Medan.
Sayangnya, keberadaannya sempat terlupakan seiring maraknya pusat perbelanjaan modern seperti Sun Plaza, Manhattan, Centre Point, dan mal besar lainnya di Kota Medan.
Dibangun oleh perusahaan N.V. Hü'tenbach asal Belanda, Gedung Warenhuis dirancang oleh arsitek asal Jerman, G Bos.
Peresmiannya dilakukan oleh Wali Kota Medan pertama, Daniel Baron Mackay, pada tahun 1916, dengan peletakan batu pertama yang bertuliskan: "Op den 16:2:1919, werd voor dit gebouw, de eerste, steen gelegd door, Daniel Baron Mackay Burgermeester Van Medan."
Kalimat ini menandakan bahwa pada 16 Februari 1919, peletakan batu pertama dilakukan oleh Wali Kota Medan pertama.
Sebagai supermarket tertua di Medan, Warenhuis dahulu menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pakaian, bahan pangan, hingga perabotan rumah tangga.
Gedung ini juga menjadi tempat nongkrong favorit anak muda pada masanya.
Menurut Kabid Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfani Anhar, Warenhuis merupakan pusat ekonomi yang paling berpengaruh di Kota Medan dan bahkan menjadi barometer perekonomian Sumatera.
"Supermarket ini menjadi yang terlengkap dan tertua di Kota Medan. Banyak yang mengira plaza seperti Olympia, Deli Plaza, dan Medan Plaza adalah yang pertama, padahal Warenhuis yang tertua," ujarnya, Senin (24/3/2025).
Puncak kejayaan Warenhuis terjadi sebelum tahun 1942.
Namun, setelah Belanda takluk oleh Jepang, aktivitas di gedung ini terhenti.
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, Warenhuis belum juga beroperasi hingga akhirnya dibuka kembali pada tahun 1970, meski hanya dalam waktu singkat.
Dalam perkembangannya, Warenhuis sempat difungsikan sebagai kantor Dinas Pendidikan dan Tenaga Kerja.
Setelah itu, bangunan ini terbengkalai pada tahun 2000.
Namun, berkat kepedulian Pemerintah Kota Medan, Warenhuis yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya akhirnya direvitalisasi.
Kini, gedung bersejarah ini telah difungsikan kembali sebagai tempat berlangsungnya berbagai kegiatan, seperti fashion show, art gallery, dan pusat UMKM.
"Gedung ini juga bisa menjadi pusat kreativitas anak muda. Ayo warga Kota Medan, manfaatkan aset Pemko Medan ini untuk mengasah kreativitas dan pengembangan UMKM," ajak Zulfani.
Dengan kembalinya fungsi Warenhuis, harapannya sejarah panjang gedung ini tetap hidup dan dapat menjadi pusat ekonomi serta budaya bagi generasi mendatang.
(mi/a)
JAKARTA Pakar hukum Denny Indrayana mengatakan gugatan yang diajukannya terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstit
POLITIK
YOGYAKARTA Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan Joko Widodo merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM dan menyatakan memiliki a
POLITIK
KARO Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Kabanjahe, Asprina Surbakti (38), ditemukan tewas di kamar mandi rumahnya di Kab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Golkar menilai partai politik pendukung Prabowo SubiantoGibran Rakabuming Raka tidak perlu turun tangan menghadapi gugatan
POLITIK
JAKARTA Harga emas Antam hari ini, Minggu (27/9/2026), tercatat stabil dibandingkan perdagangan sebelumnya. Harga emas Antam ukuran 1 gram
EKONOMI
BOGOR Eks Kepala Lapas Cibinong Kelas IIA Wisnu Hani Putranto memiliki total kekayaan Rp3,19 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pen
NASIONAL
JAKARTA Stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 4,8 juta ton. Tingginya persediaan membuat kapasitas gudang milik Perum Bulog tidak
EKONOMI
JAKARTA Anggapan minum air sambil berdiri dapat merusak ginjal kembali ramai dibahas di media sosial. Namun, dokter menjelaskan kebiasaan
KESEHATAN
TAPANULI TENGAH Banjir melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak S
PERISTIWA
BANDA ACEH Ustaz Dr. Khairuddin, MA mengajak masyarakat melihat kembali makna gelar akademik, jabatan dan penghormatan melalui akhlak. Menu
AGAMA