Terungkap! 4 Pelaku Pemalsuan Riset Diduga Kejar Travel Grant ke Luar Negeri
JAKARTA Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengungkap motif di balik kasus dugaan pemalsuan
NASIONAL
JAKARTA – Harga Bitcoin kembali menunjukkan penguatan signifikan dan nyaris menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Aset kripto terbesar dunia ini didorong oleh derasnya arus masuk dana dari investor institusi serta korporasi yang mulai menjadikan aset digital sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan kas mereka.
Mengutip data Bloomberg, Selasa (12/8/2025), harga Bitcoin sempat melonjak 3,3% dan menembus level US$122.000, hanya sedikit di bawah rekor tertinggi yang tercapai pada pertengahan Juli lalu.
Sementara itu, Ether, aset kripto terbesar kedua, juga mengalami lonjakan ke level US$4.300, tertinggi sejak akhir 2021.
Di pasar kripto domestik, platform Indodax mencatat harga Bitcoin mencapai Rp1,95 miliar per unit pada pukul 08.21 WIB, sementara di bursa Pintu berada di kisaran Rp1,945 miliar.
Kenaikan ini dinilai mencerminkan meningkatnya minat pelaku pasar besar terhadap aset digital.
Data dari Coingecko menunjukkan, perusahaan-perusahaan yang secara aktif mengakumulasi aset kripto kini memegang cadangan Bitcoin senilai lebih dari US$113 miliar.
Adapun cadangan Ether yang dikelola oleh entitas serupa diperkirakan mencapai US$13 miliar.
Analis BTC Markets, Rachael Lucas, menjelaskan bahwa lonjakan harga ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk aliran dana dari perusahaan ke produk ETF spot di Amerika Serikat serta perubahan sentimen pasar setelah Amerika Serikat sempat mengisyaratkan penerapan tarif terhadap emas batangan.
"Dengan emas menghadapi tantangan logistik dan risiko kebijakan, Bitcoin semakin dipandang sebagai penyimpan nilai alternatif yang bebas hambatan dan tanpa tarif," ujar Lucas.
Menurutnya, Bitcoin kini memiliki peluang besar untuk menembus rekor US$123.205, dengan titik support berada di sekitar US$116.000 jika terjadi koreksi harga.
Sementara itu, sentimen positif juga mengalir dari pasar derivatif. Rasio put-call di pasar opsi Ether tercatat di angka 0,40, dengan konsentrasi tertinggi pada opsi call di harga US$6.000 yang jatuh tempo pada Desember 2025.
Dari sisi korporasi, perusahaan milik tokoh kripto Michael Saylor, Strategy Inc., mengumumkan pembelian tambahan 155 BTC senilai US$18 juta, sehingga total kepemilikan mereka kini melampaui US$75 miliar.
Saham perusahaan tersebut tercatat naik sekitar 3% ke level US$406,95 per saham.
Di Tanah Air, diskursus mengenai potensi Bitcoin sebagai bagian dari aset cadangan strategis negara mulai mendapat sorotan.
Wakil Presiden Indodax, Antony Kusuma, menilai bahwa hal ini merupakan momentum yang patut dikaji secara serius.
"Bitcoin memiliki potensi sebagai aset negara karena sifatnya yang desentralistik dan tahan terhadap inflasi. Namun, kebijakan ini tidak dapat diambil secara terburu-buru tanpa kajian menyeluruh dan berbasis data," ujar Antony dalam keterangannya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pelaku industri, otoritas pengawas, dan lembaga pengelola kekayaan negara seperti BPI Danantara untuk menjajaki potensi tersebut secara objektif dan berkelanjutan.
Wacana ini mencuat setelah komunitas Bitcoin Indonesia mendapat undangan dari kantor Wakil Presiden RI untuk berdiskusi mengenai prospek aset digital.
Namun, Antony menegaskan bahwa pertemuan tersebut masih bersifat eksploratif.
"Publik perlu memahami bahwa pembahasan ini masih dalam tahap konseptual dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah. Oleh karena itu, sebaiknya tidak dijadikan dasar untuk spekulasi investasi dalam bentuk apa pun," ujarnya.
Sebagai pelaku industri, ia berharap diskusi mengenai peran aset kripto dalam ekonomi nasional dapat berlanjut ke tahap yang lebih konkret dan melibatkan kajian akademik serta strategi ekonomi jangka panjang.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi kripto di Indonesia hingga pertengahan 2025 telah mencapai Rp224,11 triliun dengan jumlah pengguna mencapai 15,85 juta orang.*
(bi/a008)
JAKARTA Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengungkap motif di balik kasus dugaan pemalsuan
NASIONAL
MEDAN Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat inflasi bulanan atau month to month (mtm) sebesar 0,89 persen pada Mei 2026. A
EKONOMI
JAKARTA Sutradara film dokumenter Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, turut dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penyalahgunaan dat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menargetkan Timnas Indonesia meraih hasil sempurna pada agenda FIFA Matchday Juni 2026
OLAHRAGA
JAKARTA Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) tetap menjadi prioritas pada tahun an
EKONOMI
JAKARTA Fenomena haus validasi, budaya pencitraan, hingga ketakutan tertinggal tren atau fear of missing out (FOMO) menjadi tantangan ba
PENDIDIKAN
JAKARTA Proses hukum kasus dugaan fitnah terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke7 Republik Indonesia Joko Widodo memasuki babak baru. P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Penguatan indeks ditopang oleh kin
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunda pemeriksaan Direktur Utama PT Maktour, Fuad Hasan Masyhur, yang dijadwalkan dimintai ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pengadilan Militer II08 Jakarta memutar rekaman CCTV penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dalam sidang
HUKUM DAN KRIMINAL