Perkuat Pengawasan Energi, Komisi D DPRD Sumut Tinjau Langsung Operasional IPP INALUM Paritohan
TOBA Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan kerja strategis ke fasilitas Independent Power Producer (IPP) milik PT Indo
EKONOMI
JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.26 WIB, rupiah diperdagangkan di level Rp16.628 per dolar AS, turun 30 poin atau 0,18% dibandingkan hari sebelumnya.
Pelemahan rupiah ini terjadi di tengah tren serupa di kawasan Asia, di mana sejumlah mata uang regional juga mencatat depresiasi terhadap greenback. Yen Jepang melemah 0,22%, won Korea Selatan 0,17%, ringgit Malaysia 0,15%, dan dolar Taiwan 0,10%.
Sementara itu, sejumlah mata uang lainnya justru mengalami penguatan, seperti peso Filipina (+0,16%), rupe India (+0,11%), dan yuan China (+0,01%). Dolar Hong Kong tercatat stabil dengan penguatan 0,02%.Baca Juga:
Shutdown AS Bikin Data Ekonomi Tertahan
Mengutip Reuters, penguatan dolar AS didorong oleh kekhawatiran pasar terkait penutupan pemerintahan (shutdown) di AS. Situasi ini membuat beberapa data ekonomi resmi tertunda, termasuk laporan nonfarm payrolls September yang seharusnya dirilis hari ini.
Meski demikian, pasar tetap mendapatkan acuan dari laporan swasta seperti data ADP yang menunjukkan penurunan jumlah gaji sektor swasta sebesar 32.000 pada bulan lalu. Hal ini sempat mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melonggarkan kebijakan moneternya.
Namun, dolar AS justru kembali menguat pada Kamis, setelah melemah selama empat hari berturut-turut sebelumnya. Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, menyebut absennya data pemerintah tak akan mengguncang pasar secara signifikan.
"Pasar telah berevolusi dan kini lebih banyak mengandalkan data dari sektor swasta. Saya rasa baik pelaku pasar maupun The Fed tidak akan bertindak gegabah," ujar Chandler.
Prospek Suku Bunga dan Arah Kebijakan The Fed
Kinerja dolar AS saat ini sangat dipengaruhi oleh spekulasi terkait arah kebijakan suku bunga The Fed. Pasar memperkirakan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir 2025, namun data ekonomi yang masih bercampur membuat investor cenderung berhati-hati.
Sementara itu, di dalam negeri, penguatan dolar dan volatilitas global terus menjadi tantangan bagi stabilitas rupiah, terutama di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.*
(bs/j006)
TOBA Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan kerja strategis ke fasilitas Independent Power Producer (IPP) milik PT Indo
EKONOMI
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Su
PEMERINTAHAN
LUMAJANG Kepala Desa Pakel, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sampurno, meminta kasus pengeroyokan menggunakan senjata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepolisian Daerah Metro Jaya kembali melimpahkan berkas perkara kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar hukum tata negara dan hukum militer Soleman Ponto menegaskan bahwa peradilan militer bukanlah forum pengecualian dalam sis
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatera Utara berkolaborasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk m
PEMERINTAHAN
NIAS SELATAN Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,3 mengguncang Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Jumat, 17 April 2026, pukul 1
PERISTIWA
JAKARTA Aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras oleh oknum TNI, mengirimkan surat kepada Presiden Prabow
NASIONAL
KISARAN Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakor Pem) Bulan April 2026 di Aula Dinas Kesehatan Kabupat
PEMERINTAHAN
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menghadiri kegiatan tasyakuran dan doa bersama dalam rangka Walimatul Safar calon jamaah haji dari K
PEMERINTAHAN