Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Komoditas minyak goreng turut menunjukkan tren penurunan.
Minyak goreng kemasan tercatat turun 2,49 persen menjadi Rp20.373 per liter, minyak goreng curah turun 2,83 persen ke Rp17.017 per liter, dan Minyakita juga ikut turun 1,98 persen menjadi Rp17.098 per liter.
Di sisi lain, komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang juga mengalami koreksi harga yang cukup signifikan.
- Cabai merah keriting turun 8,46 persen menjadi Rp51.352 per kg
- Cabai merah besar turun 11,89 persen ke Rp43.684 per kg
- Cabai rawit merah turun 9,79 persen menjadi Rp38.515 per kg
- Bawang merah turun 2,16 persen ke harga Rp38.183 per kg
Namun, terdapat komoditas yang justru mengalami kenaikan harga.
Bawang putih bonggol naik tipis 0,61 persen menjadi Rp37.228 per kg, dan gula konsumsi naik 0,12 persen ke Rp17.989 per kg.
Sementara itu, garam konsumsi turun 2,39 persen menjadi Rp11.272 per kg.
Penurunan harga pangan ini diyakini sebagai hasil dari langkah-langkah stabilisasi yang dilakukan oleh pemerintah melalui program distribusi dan pengawasan harga, termasuk upaya penyerapan dan pengendalian stok yang dilakukan Perum Bulog dan BUMN pangan lainnya.
Sebagaimana diketahui, hingga Oktober 2025, Bulog telah menyerap lebih dari 3,13 juta ton beras guna menjaga pasokan nasional.
Di sisi lain, efisiensi anggaran juga diarahkan untuk mendukung program bantuan langsung tunai (BLT) dan subsidi komoditas pangan strategis.
Dengan tren penurunan ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses terhadap bahan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang akhir tahun dan libur panjang mendatang.*
(bi/a008)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.