Total volume perdagangan mencapai 763,73 juta lembar saham senilai Rp446,86 miliar dengan frekuensi transaksi 70.764 kali.
Dari total saham yang diperdagangkan, 279 saham menguat, 124 saham melemah, dan 249 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp15.414 triliun.
Di antara saham unggulan, BBCA naik 0,89% ke Rp8.500 per saham, TLKM meningkat 1,41% ke Rp3.600 per saham, sedangkan DSSA menguat 0,16% ke Rp91.350 per saham.
Sementara itu, saham ANTM turun 1,32% ke Rp3.000, ARCI melemah 2,77% ke Rp1.230, dan CSIA turun 0,97% ke Rp408 per saham.
Dari daftar top gainers, saham TRUK memimpin dengan penguatan 21,46% ke Rp600, diikuti PBSA naik 19,53% ke Rp1.530, dan CSRN melesat 16,20% ke Rp157.
Sementara top losers ditempati MGLV, NAYZ, dan SHIP dengan koreksi masing-masing 9,93%, 6,80%, dan 6,52%.
Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Bank Indonesia menjadi salah satu pendorong penguatan IHSG.
Retail Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Indri Liftiany, menilai keyakinan investor terhadap pemangkasan suku bunga tercermin pada penguatan sektor infrastruktur 6,92% dan sektor properti 5,35% pekan lalu.
"Investor cenderung mengambil posisi spekulatif pada sektor sensitif suku bunga seperti perbankan, infrastruktur, dan properti selama periode perdagangan 17–21 November 2025," ujar Indri.