BREAKING NEWS
Jumat, 20 Februari 2026

“Lepas dari Janggut, Tersangkut di Kumis”: Setelah BBM Lancar, Kini Warga Banda Aceh Antri LPG dan Hadapi Listrik Padam

T.Jamaluddin - Sabtu, 06 Desember 2025 13:19 WIB
“Lepas dari Janggut, Tersangkut di Kumis”: Setelah BBM Lancar, Kini Warga Banda Aceh Antri LPG dan Hadapi Listrik Padam
ratusan warga sudah mengantre sejak pukul 06.00 WIB di Kantor Camat Meraksa, berharap mendapat pasokan tabung LPG ukuran 3 kg. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH – Pepatah lama "Lolos dari mulut harimau masuk ke mulut buaya" terasa pas bagi warga Banda Aceh dan Aceh Besar.

Setelah beberapa hari kelangkaan BBM berhasil teratasi, kini warga menghadapi antrian panjang untuk LPG 3 kg dan pemadaman listrik yang belum pulih.

Pantauan Bitvonline, ratusan warga sudah mengantre sejak pukul 06.00 WIB di Kantor Camat Meraksa, berharap mendapat pasokan tabung LPG ukuran 3 kg.

Baca Juga:

Satu truk distribusi LPG tampak menjadi pusat perhatian warga yang ingin memasak kembali di rumah masing-masing.

Seorang warga, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kegalauannya dalam bahasa Aceh:

"Lheuh Bak Janggot, meusangkot bak mise" – artinya, "Lepas dari janggut, tersangkut di kumis": BBM lancar, LPG antre panjang, listrik masih padam.

Para pejabat dinilai warga sering memberi janji mudah soal distribusi energi, namun realitas di lapangan berbeda.

"BBM lancar, Gas lancar, Listrik tanggal 5 lancar… buktinya sampai hari ini listriknya belum hidup," keluh warga tersebut.

Untuk meredakan kelangkaan, Pertamina menggelar operasi pasar pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Lampineung.

Tabung LPG yang disediakan meliputi ukuran 3 kg, 5,5 kg, dan 12 kg, dengan harga sesuai HET yang berlaku.

Namun, antrean masih lebih panjang dibandingkan antrian BBM beberapa hari lalu.

Kelangkaan LPG telah berdampak pada aktivitas ekonomi lokal. Banyak warung, kafe, dan rumah makan tutup dalam dua hari terakhir karena tidak bisa memasak.

Ibu Saadah, seorang ibu rumah tangga, menyatakan:
"Kami berharap gas jangan langka, karena ini nadi kehidupan warga, baik rumah tangga maupun UMKM. Kami sudah 5 hari tidak bisa masak, kembali ke era tujuh puluhan pakai kayu."

Kondisi ini menunjukkan, selain bencana alam yang melanda Aceh, warga juga harus menghadapi tantangan tambahan dari distribusi energi yang belum stabil.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Desakan Pembentukan Pansus Banjir Sumatera Usai Temuan Kayu Gelondongan, Puan Maharani Angkat Suara
PLN: 80 Persen Listrik di Aceh Pulih Pascaruntuhnya 12 Tower Transmisi
Gubernur Aceh Percepat Pembangunan Jembatan di Nagan Raya Pascabanjir Bandang
46 Ribu Warga Bener Meriah Masih Terisolasi, Berjalan Kaki Berjam-jam Demi Mencari Bantuan
Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Jalan Nasional di Aceh Pascabanjir Bandang
Gubernur Mualem Sudah Larang Bupati Aceh Umrah Saat Bencana Melanda: Tetap Pergi, Ya Sudah Terserah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru