DPC PSI Binjai Selatan Hadiri Salat Iduladha Bersama Gubernur Sumut di Lapangan Merdeka Binjai
BINJAI Ketua DPC PSI Binjai Selatan, Dilli Suganta Sembiring, menghadiri pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan
NASIONAL
JAKARTA - Ketegangan di Venezuela memuncak setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melancarkan serangkaian serangan militer terhadap negara yang kaya dengan cadangan minyak tersebut.
Langkah tersebut berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dengan berbagai tuduhan, termasuk penyelundupan narkoba.
Tak hanya itu, Trump juga mengumumkan rencana pengambilalihan cadangan minyak Venezuela melalui perusahaan-perusahaan AS yang akan berinvestasi miliaran dolar di sektor energi tersebut.Baca Juga:
Namun, bagaimana dampaknya terhadap ekonomi Indonesia?
Menurut ekonom dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, meski Venezuela memiliki cadangan minyak besar, dampak langsung terhadap ekonomi Indonesia diperkirakan akan minimal.
"Perdagangan bilateral Indonesia-Venezuela sangat kecil, hanya sekitar 0,02% dari total ekspor kita. Jadi, dampak langsungnya tidak akan signifikan," ujar Nailul Huda dalam wawancaranya, Senin (5/1/2026).
Pengaruh Terhadap Harga Minyak Global
Venezuela memang dikenal sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, namun dalam beberapa dekade terakhir, negara ini mengalami penurunan produksi yang tajam.
Hal ini membuat dampak dari ketegangan politik di Venezuela terhadap harga minyak global menjadi terbatas.
"Venezuela tidak memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga minyak global, jadi dampaknya terhadap Indonesia juga tidak akan terasa dalam harga ICP (Indonesian Crude Price) maupun subsidi migas," tambah Nailul Huda.
Potensi Dampak Geopolitik
Di sisi lain, gejolak yang terjadi di Venezuela dapat memicu ketidakpastian di pasar global, yang berpotensi mempengaruhi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menilai bahwa krisis geopolitik yang muncul dapat menyebabkan investor beralih ke dolar AS sebagai aset aman.
Namun, ia juga menekankan bahwa gejolak ini belum menunjukkan tanda-tanda krisis global yang besar.
"Harga minyak mentah masih rendah, meskipun ada koreksi 22% dalam setahun terakhir. Bahkan jika ada kenaikan, harga minyak kemungkinan tidak akan kembali ke level tinggi," ujarnya.
Namun, peneliti ekonomi dari Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Randy Manilet, mengingatkan bahwa durasi ketidakpastian geopolitik yang timbul dari Venezuela dapat berdampak pada perdagangan internasional.
"Ketidakpastian ini berisiko menghidupkan kembali ketegangan global yang bisa mempengaruhi perdagangan Indonesia," jelas Rendy.
Dampak Positif dan Negatif
Di sisi positif, gejolak geopolitik ini bisa mendorong harga komoditas tambang Indonesia, seperti batu bara, nikel, dan tembaga, yang pada gilirannya dapat meningkatkan ekspor dan surplus neraca perdagangan.
Namun, di sisi lain, kenaikan harga minyak akibat ketidakpastian ini dapat membebani Indonesia, dengan meningkatnya impor energi dan tekanan pada fiskal negara.
"Jika harga minyak naik melampaui asumsi dalam APBN 2026, maka bisa memengaruhi defisit fiskal kita," kata Rendy.
Krisis Geopolitik dan Pengaruh Terhadap Nilai Tukar Rupiah
Lebih lanjut, Rendy juga menekankan bahwa ketegangan geopolitik berisiko menyebabkan penguatan dolar AS yang dapat menekan nilai tukar rupiah.
"Pergerakan pasar yang lebih didorong oleh sentimen global ini bisa menyebabkan arus keluar modal dari pasar keuangan Indonesia," ungkapnya.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, meskipun krisis di Venezuela berisiko meningkatkan ketidakpastian global, dampak langsung terhadap ekonomi Indonesia relatif kecil.
Namun, dampak jangka panjang, terutama terkait harga minyak dan sentimen pasar, perlu tetap diwaspadai.*
(d/dh)
BINJAI Ketua DPC PSI Binjai Selatan, Dilli Suganta Sembiring, menghadiri pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Raya Baitur
NASIONAL
JOKOWI Sekretaris Jenderal Relawan Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik, menyatakan bahwa kegiatan Joko Widodo berkeliling ke sejumlah daera
POLITIK
JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Masjid Istiqlal, Jakarta, menerima sejumlah hewan kurban dari masyarakat nonMus
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam forum Dewan Keamanan Perserikatan BangsaBangsa (PBB) menilai situasi di Palestina, khususnya
NASIONAL
BINJAI Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merespons desakan pemberian kompensasi kepada warga yang terdampak pemadaman listrik total
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Indomarco Prismatama (Indomaret) dan dua
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terus berada dalam tekanan dan semakin mendekati angka keramat versi warganet di kisaran Rp17.845 per dolar
EKONOMI
MEDAN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Ajang fes
SENI DAN BUDAYA
BINJAI Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama ribuan masyarakat di Lapang
PEMERINTAHAN