BREAKING NEWS
Rabu, 29 April 2026

Investor Hati-hati, Rupiah Terkoreksi ke Rp16.780 per Dolar AS

Abyadi Siregar - Rabu, 07 Januari 2026 15:52 WIB
Investor Hati-hati, Rupiah Terkoreksi ke Rp16.780 per Dolar AS
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali berakhir melemah pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026.

Sentimen global dan domestik turut membayangi kinerja mata uang Garuda di pasar keuangan internasional.

Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah terdepresiasi sekitar 0,13% atau 22 poin ke level sekitar Rp16.780 per dolar AS pada penutupan sesi perdagangan kemarin.

Baca Juga:

Di saat yang sama, indeks dolar AS justru menguat, menyiratkan preferensi investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar.

Pelemahan rupiah juga terjadi seiring tren pelemahan mayoritas mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS, termasuk dolar Singapura, peso Filipina, dan baht Thailand, sementara rupee India justru mencatatkan penguatan.

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mencatat salah satu sentimen yang mempengaruhi pasar adalah sinyal yang beragam dari The Federal Reserve (The Fed) terkait arah kebijakan suku bunga.

Gubernur The Fed, Stephen Miran, menyebut aktivitas bisnis AS tetap solid namun menyiratkan kebutuhan suku bunga yang lebih rendah, sementara pejabat lain menilai suku bunga saat ini berada di level netral.

Ketidakpastian tersebut memicu ekspektasi pasar terhadap potensi pemotongan suku bunga dua kali sepanjang tahun ini.

Selain itu, eskalasi ketegangan geopolitik, seperti konflik antara AS dan Venezuela, menjadi faktor risiko tambahan yang mempengaruhi arus modal dan preferensi investor di pasar global.

Di pasar domestik, pelaku pasar juga mencermati proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Berbagai lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia, serta Bank Indonesia, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di sekitar 5% tahun ini, sementara Pemerintah Indonesia optimistis angka tersebut bisa mencapai 6%, menurut pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan berikutnya akan bergerak fluktuatif namun cenderung tetap berada di zona pelemahan, dengan rentang antara Rp16.780 hingga Rp16.810 per dolar AS.*


(bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Venezuela, Minyak, dan Kembalinya Politik Kekuasaan Global AS
Negosiasi Perjanjian Dagang RI–AS Tetap Jalan Meski Konflik Venezuela Memanas
Bawang Merah Jadi Komoditas Andalan Petani di Deli Serdang, Modal Kecil Untung Besar
Dua Kali Somasi Tak Digubris, Suami Boiyen Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Aksi Kemanusiaan: Relawan Hidayatullah Aceh Pulihkan Aktivitas Ekonomi Warga Semadam
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 8.856, Analis Prediksi Masih Berpeluang Menguat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru