"Ketahanan perbankan kita terjaga, likuiditas memadai. Ruang penyaluran kredit sangat terbuka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," ujar Destry dalam paparan daring, Sabtu (28/2/2026).
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang mencapai 9,69 persen pada Desember 2025, terutama ke sektor-sektor prioritas pemerintah.
Memasuki Januari 2026, data BI menunjukkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) mencapai Rp 2.506,47 triliun atau setara 22,65 persen dari total plafon kredit perbankan.
Angka ini mencerminkan potensi ekspansi kredit yang masih besar.
Meski demikian, BI menilai transmisi penurunan suku bunga perlu dipercepat. Bank sentral mengimbau perbankan menyesuaikan special rate agar bunga kredit bisa turun lebih cepat dan berdampak langsung ke sektor riil.
Untuk mendukung langkah tersebut, BI memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang bersifat forward looking.
Sinergi dengan otoritas terkait juga diperkuat guna memastikan kebijakan moneter efektif menggerakkan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.*
(dw/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
BI: Ruang Kredit Masih Lebar, Saatnya Bank Pangkas Suku Bunga