Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dalam scenario yang lebih pesimistis, jika rata-rata harga minyak global mencapai USD 100 per barel pada akhir tahun, defisit anggaran Indonesia bisa melonjak hingga Rp204 triliun. Angka ini tentu menjadi ancaman serius bagi stabilitas fiskal negara.
Antisipasi Pemerintah Diperlukan
Komaidi mengingatkan pemerintah agar lebih waspada terhadap volatilitas harga energi global yang sangat bergantung pada dinamika geopolitik, terutama konflik di Timur Tengah yang dapat mengguncang kestabilan pasokan energi dunia.
Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dan kebijakan yang tepat untuk memitigasi dampak dari kemungkinan terjadinya lonjakan harga minyak yang tajam.
Kesimpulan
Dengan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh konflik geopolitik, pemerintah Indonesia perlu mempersiapkan berbagai langkah antisipatif guna menjaga stabilitas fiskal dan perekonomian.
Gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz yang semakin mendalam dapat berdampak luas, tidak hanya terhadap negara-negara besar dunia, tetapi juga terhadap perekonomian Indonesia yang sangat bergantung pada harga energi global.*
(oz/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.