BREAKING NEWS
Kamis, 18 Juni 2026

Budi Mulyawan: Koperasi Merah Putih Harus Kembali ke Prinsip Ekonomi Rakyat, Fokus pada Kesejahteraan Bersama, Bukan Sekadar Profit

gusWedha - Selasa, 24 Maret 2026 21:57 WIB
Budi Mulyawan: Koperasi Merah Putih Harus Kembali ke Prinsip Ekonomi Rakyat, Fokus pada Kesejahteraan Bersama, Bukan Sekadar Profit
Budi Mulyawan (kanan), Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Masalah klasik seperti lemahnya manajemen, keterbatasan modal, serta rendahnya pemahaman anggota tentang prinsip koperasi masih menjadi penghambat utama.

"Banyak koperasi gagal bukan karena konsepnya salah, tapi karena pengelolaannya tidak sesuai dengan prinsip koperasi itu sendiri," ungkap Budi.

Munculnya Koperasi Merah Putih sebagai salah satu program unggulan pemerintah dalam membangun koperasi di tingkat desa, dengan dukungan pembiayaan hingga miliaran rupiah, memiliki potensi besar untuk mendorong ekonomi lokal.

Budi menyatakan bahwa koperasi ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa, membuka akses pembiayaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada implementasi yang sesuai dengan prinsip dasar koperasi.

"Koperasi Merah Putih ini sebenarnya untuk siapa? Kalau tidak benar-benar untuk anggota, maka ini hanya akan jadi program administratif, bukan gerakan ekonomi rakyat," tegasnya.

Budi juga menyuarakan kekhawatiran terkait pendekatan kuantitas dalam pembentukan koperasi.

Menurutnya, mengejar target pembentukan koperasi dalam jumlah besar berisiko melahirkan koperasi yang tidak siap secara kelembagaan dan manajerial.

"Jangan sampai koperasi dibentuk hanya untuk mengejar angka. Koperasi yang tidak sehat justru akan menjadi beban dan merusak kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Budi juga menyoroti potensi masalah dalam skema permodalan yang melibatkan dana pemerintah dan pinjaman berbunga rendah.

Meskipun akses modal penting, ia mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada subsidi dapat melemahkan kemandirian koperasi.

"Kalau koperasi terlalu bergantung pada subsidi atau bantuan pemerintah, maka prinsip kemandiriannya hilang. Ini yang harus diwaspadai," katanya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hadapi Geopolitik Global: Gubernur NTT Instruksikan Penghapusan Program Tidak Berdampak ke Masyarakat, Fokus pada Efisiensi Anggaran
Presiden Prabowo Merangkul Tokoh Nasional dan Masyarakat dalam Griya di Istana, Peneliti BRIN: Kunci Stabilitas Politik dan Keamanan Negara
Pemerintah Batalkan Pembelajaran Daring, Fokus pada Pembelajaran Luring untuk Cegah Learning Loss
ASN Pemprov Sumut Kembali Bekerja 25 Maret 2026, Terapkan Sistem WFO dan WFH 50:50
Prabowo Tegaskan Investasi Asing Harus Dukung Hilirisasi Industri Nasional
Arus Balik Kekuasaan: Membersihkan Diri atau Dibersihkan!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru