JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks komposit menguat 0,20 persen atau 14,49 poin ke level 7.316,61 hingga pukul 09.01 WIB.
Sepanjang awal sesi, IHSG sempat bergerak di rentang 7.294,80 hingga 7.323,70. Sebanyak 329 saham tercatat menguat, 108 saham melemah, dan 197 saham stagnan.
Penguatan indeks ditopang saham berkapitalisasi besar (big caps), khususnya sektor perbankan.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,09 persen ke level Rp6.975 per saham, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 0,25 persen ke Rp4.050 per saham.
Selain itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan kenaikan tertinggi di kelompok big caps, yakni 2,50 persen ke posisi Rp5.125 per saham.
Di sisi lain, tekanan terjadi pada sejumlah saham unggulan. Saham PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi 3,41 persen menjadi Rp6.375.
Adapun saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 1,82 persen ke Rp3.240 per saham.
Untuk kategori top gainers, saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melonjak 24,66 persen ke Rp91.
Disusul saham PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) yang naik 21,69 persen menjadi Rp202 per saham.
Sementara itu, saham dengan penurunan terdalam (top losers) antara lain PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang merosot 15 persen ke Rp2.550.
Saham PT Island Concepts Indonesia Tbk (NZIA) juga tertekan dan berada di level Rp137 per saham.
Analis BNI Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan tren penguatan, setelah pada perdagangan sebelumnya melonjak 2,75 persen.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebut sentimen global yang membaik menjadi pendorong utama.
"IHSG hari ini berpotensi menguji resistance di level 7.400. Namun, perlu diwaspadai jika gagal menembus level tersebut karena berpotensi terkoreksi," ujar Fanny dalam risetnya.
Secara teknikal, level support IHSG diperkirakan berada pada kisaran 7.170 hingga 7.250. Sementara itu, resistance berada di rentang 7.380 hingga 7.400.
Dari sisi aliran dana, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp56 miliar pada perdagangan sebelumnya
Sejumlah saham yang menjadi incaran antara lain AADI, ASII, PTBA, TLKM, dan ITMG.
Sentimen global turut memberikan dorongan positif. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat, dengan indeks Nasdaq naik 0,77 persen.
Optimisme investor dipicu harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta penurunan harga minyak global.
Selain itu, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait peluang negosiasi dengan Iran turut mengangkat sentimen pasar.
Bursa Asia-Pasifik pun bergerak menguat, dengan indeks di Jepang dan Korea Selatan mencatat kenaikan signifikan.
Kondisi ini memberikan angin segar bagi pasar saham regional, termasuk Indonesia.
Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati potensi koreksi jangka pendek jika IHSG gagal menembus level resistance.
Disclaimer: Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.*