BREAKING NEWS
Sabtu, 03 Oktober 2026

Harga Plastik Naik hingga 80 Persen, Puan Maharani Dorong UMKM Kembali ke Kemasan Daun

Dharma - Rabu, 15 April 2026 19:41 WIB
Harga Plastik Naik hingga 80 Persen, Puan Maharani Dorong UMKM Kembali ke Kemasan Daun
Ketua DPR RI Puan Maharani. (foto: tangkapan layar yt TVR Parlemen)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kenaikan harga plastik hingga 30–80 persen sejak awal 2026 mulai menekan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), terutama di sektor makanan dan minuman.

Kenaikan ini membuat biaya produksi meningkat di tengah pemulihan daya beli masyarakat yang belum stabil.

Ketua DPR RI Puan Maharani menilai kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk mendorong pelaku UMKM beralih dari kemasan plastik sekali pakai ke bahan yang lebih ramah lingkungan, seperti daun.

Baca Juga:

"Harga plastik yang melonjak dan pasokan yang mulai sulit diperoleh menyebabkan pelaku usaha kecil semakin kesulitan dari sisi ekonomi," kata Puan dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 April 2026.

Puan menyebut penggunaan kemasan berbahan alami bukan hal baru di Indonesia.

Menurut dia, masyarakat telah lama memanfaatkan daun pisang, daun jati, dan bahan organik lain sebagai pembungkus makanan tradisional.

Ia mencontohkan sejumlah makanan seperti nasi liwet, gudeg, lontong, hingga lemper yang masih menggunakan kemasan daun di beberapa daerah, termasuk Jawa Tengah.

"Pedagang makanan bisa kembali memanfaatkan kemasan ramah lingkungan seperti itu," ujarnya.

Selain lebih ramah lingkungan, Puan menilai kemasan organik memiliki nilai tambah ekonomi dan budaya.

Dalam beberapa kasus, penggunaan daun justru meningkatkan kualitas makanan, termasuk memberikan aroma khas yang menjadi daya tarik tersendiri.

Menurutnya, penggunaan kemasan alami juga sejalan dengan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

"Ini sekaligus mendukung warisan budaya Indonesia dan kampanye gerakan ramah lingkungan," kata Puan.

Puan juga menyinggung dampak limbah plastik global.

Mengutip data United Nations Environment Programme (UNEP), sekitar 19 hingga 23 juta ton sampah plastik mencemari ekosistem perairan dunia setiap tahun, dengan ribuan truk sampah plastik masuk ke laut, sungai, dan danau setiap hari.

Meski demikian, Puan mengakui perubahan tidak dapat dilakukan secara instan.

Ia mendorong transisi bertahap, misalnya dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di rumah makan untuk konsumsi di tempat.

Ia juga meminta pemerintah menyiapkan ekosistem pendukung, mulai dari regulasi, ketersediaan bahan baku, hingga edukasi kepada masyarakat.

"Jika sistemnya mendukung, bukan tidak mungkin bahan organik bisa menggantikan kemasan plastik sekali pakai," ujarnya.

Puan turut mendorong kementerian terkait seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk berkolaborasi menyediakan solusi kemasan alternatif yang terjangkau.*


(km/ad)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
APINDO Ungkap 67 Persen Perusahaan Tak Mau Rekrut Karyawan Baru, Menaker Buka Suara
Unmuha dan Bank Indonesia Aceh Teken Kerja Sama Pendidikan Kebanksentralan 2026, Siapkan Generasi Hadapi Ekonomi Global
Program 3 Juta Rumah Prabowo Terus Dikebut, Ini Capaian, Skema KPR Murah, dan Target Terbarunya
Lonjakan Harga Plastik Hantam UMKM, DPR Soroti Dampak Konflik Global
Prabowo Temui Putin di Kremlin, Bahas Energi hingga Geopolitik untuk Perkuat Ketahanan Nasional
Dari Kremlin ke Dunia Internasional, Prabowo Dapat Undangan Khusus dari Putin
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru