BREAKING NEWS
Kamis, 23 April 2026

Menkeu Purbaya Ungkap RI Masuk “Survival Mode Ekonomi”, Fokus Jaga Pertumbuhan di Tengah Ketidakpastian Global

Nurul - Rabu, 22 April 2026 21:29 WIB
Menkeu Purbaya Ungkap RI Masuk “Survival Mode Ekonomi”, Fokus Jaga Pertumbuhan di Tengah Ketidakpastian Global
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi survival mode ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Dalam situasi tersebut, pemerintah diminta tidak lagi menjalankan pendekatan "business as usual" dalam mengelola perekonomian nasional.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Ia mengungkapkan pandangan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya optimalisasi seluruh sumber daya negara untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

"Saya mau jelaskan, di kepala Presiden, kita sekarang berada dalam kondisi survival, jadi bukan business as usual," ujar Purbaya.

Baca Juga:

Menurutnya, dalam kondisi tersebut pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tetap dapat mencapai hingga 8 persen melalui berbagai langkah strategis, termasuk pembentukan sejumlah satuan tugas (satgas) untuk memperkuat penerimaan dan belanja negara serta memperbaiki iklim usaha.

Ia mencontohkan salah satu langkah yang dilakukan pemerintah, yakni pembentukan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) untuk menertibkan praktik pelanggaran dan penyelewengan di sektor sumber daya alam.

"Kalau Anda lihat, ada Satgas PKH di mana penggelapan-penggelapan di kawasan hutan dibereskan, itu langkah Presiden yang serius," jelasnya.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah juga melakukan pembenahan tata kelola secara menyeluruh agar pengelolaan sumber daya alam dapat memberikan manfaat maksimal bagi negara.

"Saya tekankan di sini, kita dalam mode survival. Semua harus dijalankan semaksimal mungkin, tidak ada lagi main-main," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan arah kebijakan pemerintah saat ini mencakup program prioritas seperti pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan energi, hingga pengembangan ekonomi daerah. Pemerintah juga mendorong efisiensi anggaran serta hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah ekspor nasional.

Di sisi lain, Purbaya menyoroti pentingnya ketahanan energi melalui diversifikasi sumber pasokan agar Indonesia tidak bergantung pada satu sumber tertentu.

"Kalau ini semua jalan, investasi masuk, lapangan kerja juga akan terbuka," ujarnya.

Ia menambahkan, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat dengan dukungan stabilitas fiskal, kredibilitas kebijakan, serta dominasi konsumsi domestik yang mencapai sekitar 90 persen dari perekonomian nasional.*

(mt/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Klarifikasi Viral 19.000 Sapi untuk Program MBG, Tegaskan Hanya Simulasi Kebutuhan Menu
Konsumsi Sayur RI Dinilai Harus Naik Dua Kali Lipat untuk Dukung Target Program Makan Bergizi Gratis
BNI Tuntaskan Pengembalian Dana Rp28,25 Miliar ke CU Paroki Aek Nabara Lebih Cepat dari Target
BI Proyeksikan The Fed Tahan Suku Bunga hingga Akhir 2026 Imbas Ketegangan Geopolitik Global
Indonesia Tegaskan Tolak Pungutan Kapal di Selat Hormuz, Dukung Kebebasan Navigasi Internasional
Pemerintah Targetkan 82,9 Juta Anak Terima Program Makan Bergizi Gratis pada 2026, Kini Sudah 62 Juta Tersalurkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru