BREAKING NEWS
Jumat, 19 Juni 2026

Energi Hijau RI Jadi Magnet Investor Asing, BKPM Ungkap Minat Terus Meningkat

Nurul - Kamis, 23 April 2026 15:26 WIB
Energi Hijau RI Jadi Magnet Investor Asing, BKPM Ungkap Minat Terus Meningkat
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Roeslani. (Foto: BPMI Setpres/Kris)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyebut proyek energi hijau dan energi baru terbarukan (EBT) menjadi magnet baru bagi investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia.

Menurut Rosan, tren investasi global saat ini semakin mengarah pada sektor yang berdampak positif terhadap lingkungan dan keberlanjutan.

"Ini sejalan dengan keinginan investasi terutama dari luar negeri. Karena ini adalah investasi yang punya dampak positif terhadap kehidupan dan environment ke depannya," ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga:

Ia menambahkan, berbagai program pemerintah di sektor energi bersih dinilai sesuai dengan minat (appetite) investor global, sehingga peluang investasi di Indonesia terus meningkat.

Pemerintah, kata dia, juga berkomitmen mempercepat target Net Zero Emission (NZE) dari 2060 menjadi 2050. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan berbagai proyek energi ramah lingkungan.

Salah satu langkah konkret adalah percepatan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan kapasitas PLTS mencapai 100 gigawatt (GW).

Selain itu, proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau geothermal juga mulai menarik minat investor, termasuk dari Jepang.

"Hal-hal seperti ini, selain stabilitas pemerintah, juga program prioritas pemerintah sejalan dengan minat mereka untuk berinvestasi di Indonesia," jelasnya.

Rosan berharap meningkatnya investasi di sektor energi hijau tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu mendorong penyerapan tenaga kerja dalam negeri.

Pemerintah pun membuka peluang pemberian insentif bagi investor yang berkomitmen pada pengembangan energi terbarukan, terutama yang memiliki dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja.

"Kalau investasi di bidang renewable dengan penyerapan tenaga kerja tinggi, kita terbuka untuk memberikan insentif," tegasnya.*

(an/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Terkoreksi ke 7.560, Investor Waspadai Ketegangan Timur Tengah
Indonesia Bidik Swasembada 8 Komoditas Pangan Strategis pada Juni 2026, Ini Daftarnya
KPK Ingatkan Bahaya Kejahatan Korporasi, Pasar Modal Dinilai Kian Rentan Disalahgunakan
Mentan Amran Ungkap Alasan Ekspor Pertanian RI Melonjak dan Impor Turun, Produksi Naik hingga Mafia Pangan Ditindak
Iran Buka Kembali Selat Hormuz, ESDM Nilai Positif bagi Stabilitas Energi Indonesia dan Dunia
Program MBG Bikin Siswa Lebih Semangat Sekolah dan Jarang Sakit, Kemendikdasmen Ungkap Faktanya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru