Revitalisasi 16.167 Sekolah pada 2025 Tuntas 100 Persen, Pemerintah Targetkan 71.744 Sekolah pada 2026
JAKARTA Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti menyebut program revitalisasi 16.167 sekolah pada 2025 tel
PENDIDIKAN
JAKARTA - Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara paling tahan terhadap guncangan energi global versi laporan JP Morgan Asset Management. Temuan ini dinilai mencerminkan kuatnya ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kebijakan pemerintah yang konsisten dalam menjaga sektor energi.
Laporan bertajuk Eye on the Market: Pandora's Bog – The Global Energy Shock of 2026 yang dirilis pada 21 Maret 2026 menempatkan Indonesia di posisi kedua negara paling resilien terhadap gejolak energi dunia.Baca Juga:
"Hasil ini bukan sekadar apresiasi, melainkan validasi atas kebijakan jangka panjang pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan energi domestik dan transisi energi," ujar Airlangga dalam keterangan di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Di tengah volatilitas harga energi global, posisi Indonesia dinilai memberikan ruang fiskal yang lebih stabil bagi APBN 2026. Selain itu, kondisi ini turut menjaga daya beli masyarakat serta mendukung keberlangsungan dunia usaha.
Meski begitu, pemerintah tidak ingin terlena. Sejumlah langkah strategis terus disiapkan, mulai dari optimalisasi produksi migas domestik guna menekan defisit neraca energi hingga percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Pemerintah juga mendorong adopsi kendaraan listrik serta memperkuat diversifikasi pasokan dan jalur logistik energi untuk mengantisipasi risiko geopolitik.
Dalam laporan tersebut, JP Morgan Asset Management menganalisis 52 negara yang mewakili sekitar 82 persen konsumsi energi dunia menggunakan indikator total insulation factor.
Indonesia mencatatkan skor 77 persen, sedikit di bawah Afrika Selatan (79 persen), serta berada di atas Tiongkok (76 persen) dan Amerika Serikat (70 persen).
Ketahanan energi Indonesia ditopang oleh produksi batu bara domestik yang menyumbang sekitar 48 persen konsumsi energi nasional, diikuti gas bumi sebesar 22 persen dan energi terbarukan sekitar 7 persen.
Selain itu, Indonesia dinilai memiliki ketergantungan rendah terhadap jalur distribusi energi global. Impor minyak dan gas melalui Selat Hormuz hanya sekitar 1 persen dari total konsumsi energi primer nasional.
Sebagai perbandingan, ketergantungan negara lain jauh lebih tinggi, seperti Korea Selatan (33 persen), Taiwan dan Thailand (27 persen), serta Singapura (26 persen).
JAKARTA Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti menyebut program revitalisasi 16.167 sekolah pada 2025 tel
PENDIDIKAN
MEDAN Enam awak kapal pencari ikan diamankan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) setelah diduga mengonsumsi sabu saat melaut di perairan Bel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut harga Pertamax (RON 92) yang kini mencapai Rp16.250 per liter masih b
EKONOMI
JAKARTA Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan masyarakat yang membutuhkan dapat mengajukan diri untuk
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Jakarta dan Bandung terkait penyidikan dugaan korupsi t
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Di tengah kuatnya modernisasi, masyarakat Suku Pakpak di Sumatera Utara masih mempertahankan sebuah tradisi yang sarat nilai kekel
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (M
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara menegaskan larangan keras terhadap praktik pungutan liar (pungli) di seluruh sekolah yang
PENDIDIKAN
BINJAI Dukungan terhadap Tim Nasional Indonesia U19 terus mengalir menjelang laga semifinal Piala AFF U19 2026. Kali ini, dukungan dat
NASIONAL
MEDAN Direktur Keuangan Perum Bulog, Hendra Susanto, meninjau langsung proses penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) di Sumatera Utara untu
EKONOMI