BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Rupiah Melemah Tipis, Ancaman Koreksi ke Rp17.400 Makin Terbuka

- Senin, 04 Mei 2026 09:42 WIB
Rupiah Melemah Tipis, Ancaman Koreksi ke Rp17.400 Makin Terbuka
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah bergerak terbatas pada perdagangan awal pekan, Senin, 4 Mei 2026, di tengah kombinasi tekanan domestik dan sentimen eksternal yang masih belum sepenuhnya mereda.

Pelaku pasar kini menahan diri sambil menantikan rilis data inflasi dan neraca dagang yang diperkirakan menjadi penentu arah pergerakan mata uang.

Pada pembukaan pasar spot, rupiah tercatat menguat tipis 0,1 persen ke level Rp17.335 per dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:

Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama. Hingga pukul 09.10 WIB, rupiah hanya mampu mempertahankan kenaikan 0,08 persen ke posisi Rp17.339 per dolar AS.

Sentimen pasar cenderung berhati-hati seiring meningkatnya ketidakpastian arah inflasi domestik

Pelaku pasar memperkirakan inflasi April melandai, namun tekanan harga diproyeksikan kembali meningkat pada Mei akibat lonjakan harga energi global yang dipicu ketegangan geopolitik serta gangguan rantai pasok.

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang cenderung beragam dengan kecenderungan menguat, ditopang oleh data aktivitas manufaktur yang solid.

Ringgit Malaysia, dolar Taiwan, dan won Korea Selatan tercatat menguat sejalan dengan peningkatan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur April versi S&P Global.

PMI Korea Selatan naik menjadi 53,6 dari 52,6 pada Maret, Taiwan meningkat ke 55,3 dari 53,3, sementara Malaysia naik ke 51,6 dari 50,7.

Sebaliknya, beberapa negara mencatat pelemahan, termasuk Myanmar dan Vietnam.

Indonesia menjadi salah satu yang mengalami penurunan terdalam, dengan PMI manufaktur turun ke 49,1 dari 50,1, menandakan kontraksi aktivitas industri.

Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran perlambatan ekonomi domestik, mengingat indeks di bawah level 50 menunjukkan fase kontraksi.

Dari sisi kebijakan dan ekspektasi pasar, Mega Capital Sekuritas menilai arah rupiah dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada hasil rilis data inflasi serta surplus neraca dagang hari ini.

Jika inflasi tercatat lebih rendah dari konsensus, rupiah berpotensi mendapat dukungan penguatan.

Sebaliknya, jika surplus neraca dagang berada di bawah proyeksi pasar yang berada di kisaran US$1 juta hingga US$2,27 juta, tekanan terhadap rupiah diperkirakan kembali meningkat.

Secara teknikal, rupiah masih berada dalam tekanan pelemahan. Analisis pasar menunjukkan potensi pelemahan menuju Rp17.400 per dolar AS, dengan level lanjutan di Rp17.450 jika tekanan berlanjut.

Dalam tren jangka menengah, rupiah masih berada pada pola bearish dan berisiko melemah hingga Rp17.500 per dolar AS apabila support utama ditembus.

Meski demikian, peluang penguatan masih terbuka terbatas. Resistance terdekat berada di kisaran Rp17.300 per dolar AS, dengan area penguatan lebih lanjut di rentang Rp17.200 hingga Rp17.100 per dolar AS.*


(bb/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Menguat ke Level 7.063, Transaksi Tembus Rp5,34 Triliun
Harga Emas Antam Turun Lagi! Saatnya Beli atau Justru Jual?
Dari Timur Tengah ke Dapur Rakyat: Rapuhnya Ketahanan Energi Indonesia
Pemerintah Aceh Kebut Rehabilitasi Lahan Pertanian Pascabencana, Anggaran Tembus Rp380 Miliar
Wali Kota Tanjungbalai Resmikan Benayah House, Jadi Sarana Pembinaan Generasi Muda
PDIP Ungkap Tantangan Berat yang Dihadapi Buruh RI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru