Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperkuat hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi dengan Rusia di tengah dinamika ekonomi global. Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 tercatat mencapai 4,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 78 triliun, meningkat 21,7 persen dibanding tahun sebelumnya.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti saat melakukan pertemuan bilateral dengan Deputy Minister of Economic Development of the Russian Federation Vladimir Ilyichev di Kazan, Rusia.
Menurut Roro, hubungan dagang Indonesia dan Rusia menunjukkan tren positif dan berpotensi terus berkembang di berbagai sektor strategis.
Baca Juga:
"Kami ingin memastikan momentum ini dapat terus diperkuat melalui peningkatan perdagangan yang saling menguntungkan dan kerja sama investasi yang lebih luas," ujar Roro dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Rusia saat ini menjadi mitra dagang utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union (EAEU). Kontribusi Rusia bahkan mencapai 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.
Dalam kerja sama itu, Rusia memasok sejumlah komoditas strategis ke Indonesia seperti batu bara, pupuk, dan produk baja. Sementara Indonesia mengekspor produk unggulan nasional berupa minyak sawit, kopi, kakao, hingga produk kelapa ke pasar Rusia.
Pemerintah Indonesia juga menyoroti perkembangan ratifikasi Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (FTA) yang sebelumnya ditandatangani di St Petersburg pada Desember 2025 lalu.
Saat ini proses ratifikasi domestik tengah dipercepat dengan target implementasi perjanjian pada kuartal III atau IV tahun 2026.
Untuk memperkuat hubungan bisnis kedua negara, Indonesia turut mengusulkan pembentukan Indonesia-EAEU Business Council (IEBC) bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
"Pembentukan Indonesia-EAEU Business Council diharapkan dapat menjadi katalis dalam memperkuat hubungan antarpelaku usaha dan memperluas peluang investasi," katanya.
Selain perdagangan barang, Indonesia juga membuka peluang kerja sama di sektor jasa seperti teknologi informasi, konstruksi, perhotelan, hingga teknologi digital.
Dalam kesempatan itu, Indonesia turut mengundang pelaku usaha Rusia untuk hadir dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Banten.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.