BREAKING NEWS
Rabu, 13 Mei 2026

AS dan Iran Dikabarkan Dekati Kesepakatan Awal untuk Akhiri Perang, Negosiasi Nuklir Masuk Tahap Krusial

Dharma - Kamis, 07 Mei 2026 19:00 WIB
AS dan Iran Dikabarkan Dekati Kesepakatan Awal untuk Akhiri Perang, Negosiasi Nuklir Masuk Tahap Krusial
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada 6 April 2026. (Foto: Dok. AP/Julia Demaree Nikhinson)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

WASHINGTON Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan semakin dekat mencapai kesepakatan awal berupa memorandum saling pengertian untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung, sekaligus membuka jalan bagi negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran.

Laporan tersebut disampaikan oleh situs berita Axios yang dikutip Anadolu, Kamis (7/5/2026). Washington disebut masih menunggu respons Iran terkait sejumlah isu krusial dalam waktu 48 jam ke depan.

Meski belum ada kesepakatan final, sumber dalam laporan itu menyebut kondisi saat ini merupakan titik terdekat kedua negara untuk mencapai kesepakatan sejak perang pecah.

Baca Juga:

Rancangan kesepakatan tersebut mencakup penghentian sementara pengayaan uranium oleh Iran. Sebagai imbalannya, AS akan mencabut sebagian sanksi, membebaskan dana yang dibekukan, serta melonggarkan pembatasan transit di Selat Hormuz.

Namun demikian, sejumlah ketentuan masih bersifat dinegosiasikan dan belum final, sehingga risiko eskalasi konflik maupun gagalnya gencatan senjata masih terbuka.

Laporan itu juga menyebut Presiden AS Donald Trump disebut menunda operasi militer baru di kawasan Selat Hormuz demi menjaga momentum gencatan senjata yang masih rapuh.

Memorandum yang terdiri dari 14 poin tersebut tengah dibahas oleh utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner bersama pejabat Iran melalui jalur langsung maupun mediator.

Draf kesepakatan itu akan membuka fase negosiasi selama 30 hari yang membahas pembukaan kembali Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, serta pencabutan sanksi. Lokasi pembicaraan lanjutan disebut kemungkinan digelar di Islamabad atau Jenewa.

Jika pembicaraan gagal, AS disebut masih memiliki opsi untuk kembali memberlakukan blokade atau melanjutkan aksi militer di kawasan tersebut.*

(mt/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sugiono Ajak ASEAN Kompak Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah di Tengah Situasi Global Memanas
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.333 per Dolar AS, Sentimen Damai AS-Iran Jadi Pendorong
Saksi Ungkap Cairan Air Keras ke Andrie Yunus Berbau Menyengat dan Rusak Motor Korban
Insiden di Tanjab Timur, Oknum Kades Diduga Ucapkan Kalimat Merendahkan kepada Jurnalis
Hakim Militer Minta Oditur Hadirkan Ahli Kimia di Sidang Teror Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus
Kemlu Ungkap Posisi Terakhir Kapal Tanker Iran di Selat Lombok, Masih Jalani Hak Lintas Internasional
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru