JAKARTA – Harga batu bara dunia kembali menunjukkan penguatan di tengah dinamika pasar energi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan transisi menuju energi hijau.
Meski sempat tertekan akibat meredanya kekhawatiran krisis energi global, harga batu bara justru ditutup menguat pada akhir pekan setelah India meluncurkan strategi baru memperluas pemanfaatan batu bara untuk kebutuhan industri masa depan.
Berdasarkan data perdagangan internasional, harga batu bara acuan Newcastle untuk pengiriman dua bulan ditutup di level US$136,5 per ton atau naik sekitar 1,52 persen secara mingguan.
Penguatan terbesar terjadi menjelang akhir pekan setelah harga melonjak 2,32 persen dalam satu sesi perdagangan.
Kondisi tersebut menunjukkan komoditas batu bara masih menjadi salah satu instrumen energi yang kuat di pasar global, meskipun berbagai negara mulai mempercepat agenda transisi energi bersih.
Salah satu sentimen utama datang dari kebijakan pemerintah India yang menyetujui program gasifikasi batu bara senilai 375 miliar rupee atau setara sekitar US$3,92 miliar.
Program itu disebut menjadi sinyal kuat bahwa India belum akan meninggalkan batu bara dalam waktu dekat.
Menteri Informasi India Ashwini Vaishnaw mengatakan kebijakan tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan negara terhadap imporenergi seperti liquefied natural gas (LNG), amonia, dan metanol.
Langkah strategis India dinilai penting di tengah meningkatnya risiko gangguan rantai pasok energi global akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk ancaman distribusi energi melalui Selat Hormuz.
Secara industri, gasifikasi batu bara membuka pasar baru karena komoditas ini tidak lagi hanya digunakan untuk pembangkit listrik, tetapi juga sektor petrokimia, pupuk, hingga bahan bakar sintetis bernilai tambah tinggi.
India diketahui memiliki cadangan batu bara sekitar 401 miliar ton dan cadangan lignit mencapai 47 miliar ton.
Pemerintah setempat menargetkan gasifikasi hingga 75 juta metrik ton batu bara per tahun dan menarik investasi baru senilai 3 triliun rupee.