BREAKING NEWS
Selasa, 19 Mei 2026

IHSG Cuma Naik 0,04%! Investor Tunggu Keputusan “Panas” BI

Dharma - Selasa, 19 Mei 2026 09:29 WIB
IHSG Cuma Naik 0,04%! Investor Tunggu Keputusan “Panas” BI
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG tercatat menguat tipis 0,04 persen ke level 6.602 pada awal sesi perdagangan.

Meski dibuka menguat, pergerakan indeks sempat berbalik ke zona negatif sebelum kembali bergerak fluktuatif dalam rentang 6.560,12 hingga 6.612,21.

Baca Juga:

Aktivitas perdagangan menunjukkan 343 saham menguat, 198 saham melemah, dan 163 saham stagnan.

Adapun kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai Rp11.552,61 triliun.

Pergerakan IHSG pada hari ini masih dipengaruhi sentimen utama dari ekspektasi pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026.

Pelaku pasar menanti arah kebijakan suku bunga acuan di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung.

Sebelumnya, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.

Namun, sejumlah analis memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga pada RDG kali ini, seiring meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Chief Economist and Head of Fixed Income Research BRI Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto, menyebut pelemahan rupiah yang telah mencapai 4,6 persen secara year to date hingga 18 Mei 2026 menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan bank sentral.

Menurutnya, kondisi nilai tukar saat ini menunjukkan tekanan yang tidak hanya bersifat siklikal, melainkan mengarah pada perubahan keseimbangan struktural.

"Tekanan eksternal yang terus bertahan mengindikasikan bahwa pelemahan ini mungkin tidak lagi semata-mata disebabkan oleh mispricing yang bersifat siklikal," ujar Helmy, dikutip Selasa, 19 Mei 2026.

Ia menambahkan, situasi tersebut berpotensi mendorong kebutuhan kebijakan yang lebih terkoordinasi untuk menjaga stabilitas pasar dan ekspektasi investor.

Dalam kondisi tersebut, peluang kenaikan suku bunga Bank Indonesia dinilai meningkat.

Meski demikian, Helmy menilai BI masih berpotensi mengedepankan langkah stabilisasi melalui intervensi valas, penyerapan likuiditas lewat Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta stabilisasi pasar obligasi.

Namun, tekanan pada rupiah dinilai dapat memperkuat urgensi penyesuaian suku bunga acuan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.*


(bi/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Emas Tiba-Tiba Naik Lagi! Antam Tembus Rp2,78 Juta per Gram
KTT ASEAN dan Diplomasi Strategis Prabowo
Dolar AS Makin Mahal, Purbaya Minta Masyarakat Tak Khawatirkan Subsidi BBM
IHSG Anjlok ke Level 6.599, Sentimen Konflik AS-Iran Tekan Pasar
Rupiah Melemah ke Rp17.668 per Dolar AS, Dipicu Inflasi AS dan Harga Minyak
Rupiah Tembus Rp17.600, Perry Warjiyo Tegaskan BI Fokus Jaga Stabilitas Bukan Level Kurs
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Reinkarnasi Teologi Politik

Reinkarnasi Teologi Politik

Oleh Yudi LatifSEMUA konsep penting teori negara modern adalah konsepkonsep teologis yang disekularisasi.Kalimat itu berasal dari Polit

OPINI