BREAKING NEWS
Senin, 25 Mei 2026

IHSG Terkoreksi Tajam, OJK: Investasi Indonesia Tetap Punya Prospek Cerah

Nurul - Senin, 25 Mei 2026 11:30 WIB
IHSG Terkoreksi Tajam, OJK: Investasi Indonesia Tetap Punya Prospek Cerah
Friderica Widyasari Dewi resmi ditunjuk sebagai Plt Ketua Dewan Komisioner OJK, menggantikan posisi yang kosong pasca pengunduran diri sejumlah pimpinan. (Foto: ANTARA/HO-OJK)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menanggapi kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang saat ini tengah mengalami tekanan atau koreksi.

Ia mengakui pelemahan IHSG tidak terlepas dari berbagai dinamika global yang turut memengaruhi sentimen pasar keuangan domestik.

"Di pasar modal Indonesia, dengan dinamika yang ada saat ini, ditambah reformasi integritas yang kita lakukan serta kondisi global, memang IHSG sedang dalam posisi terkoreksi," ujar Friderica dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca Juga:

Meski demikian, OJK menegaskan bahwa prospek investasi di Indonesia tetap positif dalam jangka panjang. Hal ini ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang masih kuat.

Friderica menekankan bahwa investasi di pasar modal Indonesia harus dilihat sebagai investasi jangka panjang, sehingga fluktuasi jangka pendek tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

"Investasi di Indonesia adalah investasi jangka panjang. Karena itu kita harus melihat bagaimana fundamental ekonomi kita ke depan," katanya.

Ia juga menyebut pemerintah terus mendorong berbagai program strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, termasuk pengembangan UMKM, ekonomi hijau, dan digitalisasi sektor keuangan.

OJK sendiri, lanjutnya, telah membentuk unit khusus untuk memperkuat pembiayaan UMKM sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, penguatan ekosistem pasar keuangan dan pengembangan instrumen pembiayaan seperti obligasi daerah juga terus didorong untuk mendukung pembangunan.

"Pendalaman pasar keuangan menjadi penting sebagai sumber pembiayaan pembangunan, termasuk mendorong obligasi daerah," ujarnya.*

(d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Menguat ke 6.187, Mayoritas Saham Hijau
FTSE Russell Coret 4 Saham RI, Dana Asing Rp 4 Triliun Kabur dari Bursa
IHSG Terpuruk 8,35%, Kapitalisasi Pasar Hilang Rp1.190 Triliun dalam Sepekan
KUR Mandiri 2026 Jadi Incaran UMKM, Cicilan Mulai Rp1 Jutaan!
Uniqlo dan Dekranasda Medan Bersatu Dorong UMKM Naik Kelas di Era Digital
IHSG Ditutup Menguat 1,10% ke 6.162, Saham Big Caps Jadi Penopang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru