JAKARTA – Harga sejumlah komoditaspangan strategis nasional kompak mengalami kenaikan pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Kenaikan paling tajam terjadi pada komoditascabai yang bahkan menembus harga di atas Rp100 ribu per kilogram di tingkat konsumen.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per pukul 08.45 WIB, harga rata-rata nasional cabai merah besar tercatat mencapai Rp109.400 per kilogram, atau melonjak sekitar 96,94 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Tak hanya itu, cabai merah keriting juga mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai Rp103.750 per kilogram, naik 93,93 persen.
Sementara cabai rawit merah dibanderol Rp95.650 per kilogram atau meningkat 31,66 persen, sedangkan cabai rawit hijau naik 6,88 persen menjadi Rp57.500 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang. Bawang putih ukuran sedang tercatat dijual dengan harga Rp58.150 per kilogram, naik 50,65 persen.
Sedangkan bawang merah ukuran sedang mencapai Rp70.650 per kilogram, meningkat 47,34 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Tidak hanya bumbu dapur, harga protein hewani turut mengalami peningkatan.
Telur ayam ras naik 46,48 persen menjadi Rp56.250 per kilogram, sementara daging ayam ras segar dijual seharga Rp43.150 per kilogram atau meningkat 41,48 persen.
Adapun harga daging sapi mengalami kenaikan yang relatif lebih rendah dibandingkan komoditas lainnya.
Daging sapi kualitas I tercatat naik sekitar Rp11.900 menjadi Rp160.000 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II meningkat hampir Rp20.000 menjadi Rp158.750 per kilogram.
Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengatakan lonjakan harga pangan menjelang dan saat Iduladha dipengaruhi oleh tingginya permintaan masyarakat yang tidak diimbangi pasokan memadai.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi bertahan selama periode H-3 hingga H+2 Iduladha apabila distribusi dan pasokan bahan pokok tidak meningkat secara signifikan.
"Harga yang tinggi akan terus berlangsung jika pada fase H-3 hingga H+2 Iduladha tidak ada pasokan yang melimpah dari setiap bahan pokok," ujar Reynaldi.
Ia memperkirakan harga sejumlah komoditaspangan akan mulai mengalami penurunan setelah masa libur panjang Iduladha berakhir.
"Kemungkinan harga mulai melandai pada pekan depan atau awal Juni 2026 seiring normalnya aktivitas distribusi dan berkurangnya lonjakan permintaan," katanya.
Lonjakan harga cabai kembali menjadi perhatian karena berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasipangan nasional.
Komoditas ini selama beberapa tahun terakhir kerap menjadi penyumbang utama inflasi, terutama saat momentum hari besar keagamaan.
Pemerintah sebelumnya telah menginstruksikan berbagai langkah stabilisasi harga pangan menjelang Iduladha, mulai dari penguatan distribusi hingga operasi pasar di sejumlah daerah.
Namun tingginya permintaan masyarakat selama musim libur dan perayaan keagamaan masih menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.*
(bi/ad)
Editor
: Abyadi Siregar
Harga Pangan Melonjak Saat Iduladha 2026, Cabai Tembus Rp109 Ribu per Kilogram!